Showing posts with label LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI. Show all posts
Showing posts with label LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI. Show all posts

Sunday, 22 March 2015

PRAKTIKUM BIOLOGI - MEMBUAT MODEL SIKLUS AIR SEDERHANA



MEMBUAT MODEL SIKLUS AIR SEDERHANA


A.TUJUAN
Membentuk model siklus air

B. ALAT DAN BAHAN
1) plastik bening,
2) mangkuk besar,
3) mangkuk kecil,
4) air, dan
5) pemberat.

C. PROSEDUR PERCOBAAN
1) Isilah mangkuk besar dengan air kira-kira 1/3 bagian dan letakkan
mangkuk kecil di tengah-tengah mangkuk besar.
2) Tutuplah mangkuk besar dengan plastik transparan dan ikatlah
penutup plastik tersebut dengan kuat.
3) Letakkan pemberat di atas plastik penutup tepat di bagian tengah tengah.
4) Letakkan alat tersebut di bawah terik matahari, selama 2 jam.
5) Amatilah apa yang terjadi, apakah terdapat tetes-tetes air di dalam
mangkuk kecil.


D.LANDASAN TEORI
Siklus hidrologi atau disebut juga siklus air adalah proses, yang didukung oleh energi matahari, yang menggerakan air antara lautan, langit, dan tanah. Artikel berikut menjelaskan sedikit lebih banyak tentang siklus air, di mana air bersirkulasi dari tanah ke udara dalam suatu siklus yang berkelanjutan.Air adalah kekuatan pendorong dari semua alam (Leonardo da Vinci). Benar dinyatakan oleh pelukis dan pematung terkenal ini, air adalah salah satu zat yang paling penting di bumi, karena semua organisme hidup membutuhkan air untuk bertahan hidup. Selain itu, itu adalah fakta yang diketahui bahwa air mencakup sekitar 70% dari permukaan bumi. Siklus air, juga dikenal sebagai siklus hidrologi, dapat didefinisikan sebagai ‘suatu siklus terus menerus, tak berujung dan penguapan air secara alami, berikutnya kondensasi, dan pengendapan sebagai hujan dan salju. ”
Air adalah dasar dari semua proses hidup. Lebih dari setengah dari tubuh manusia terdiri dari air, sementara sel-sel manusia lebih dari 70 persen air. Dengan demikian, sebagian besar hewan darat membutuhkan pasokan air segar untuk bertahan hidup. Namun, ketika memeriksa penyimpanan-penyimpanan air di bumi, 97,5 persen itu adalah air asin non-minuman. Air yang tersisa, 99 persen terkunci dibawah tanah sebagai air atau es. Jadi, kurang dari 1 persen dari air tawar yang mudah diakses dari danau dan sungai.
Banyak makhluk hidup, seperti tanaman, hewan, dan jamur, tergantung pada jumlah kecil pasokan air permukaan yang segar, kekurangan air dapat memiliki efek besar pada dinamika ekosistem. Manusia, tentu saja, telah mengembangkan teknologi untuk meningkatkan ketersediaan air, seperti menggali sumur untuk mengambil air tanah, menyimpan air hujan, dan menggunakan desalinasi untuk mendapatkan air minum dari laut. Meskipun pengejaran air minum ini telah berlangsung sepanjang sejarah manusia, pasokan air bersih masih menjadi masalah utama di zaman modern.
Siklus air sangat penting untuk dinamika ekosistem karena memiliki pengaruh besar pada iklim dan, dengan demikian, pada lingkungan ekosistem. Misalnya, ketika air menguap, tidak memakan energi dari sekitarnya, pendinginan lingkungan. Ketika mengembun, ia melepaskan energi, pemanasan lingkungan. Tahap penguapan adalah siklus memurnikan air, yang kemudian mengisi ulang tanah dengan air tawar.
Aliran air cair dan es mengangkut mineral di seluruh dunia. Hal ini juga terlibat dalam pembentuk kembali fitur geologi bumi melalui proses termasuk erosi dan sedimentasi. Siklus air juga penting untuk pemeliharaan yang paling hidup dan ekosistem di planet ini. Sebagian besar air di bumi disimpan untuk waktu yang lama di lautan, tanah, dan es. Waktu tinggal adalah ukuran waktu rata-rata molekul air individual tetap dalam reservoir tertentu. Sejumlah besar air bumi terkunci di tempatnya pada waduk ini seperti es, di bawah tanah, dan di laut, dan, dengan demikian, tidak tersedia untuk siklus jangka pendek (hanya air permukaan yang bisa menguap).
Ada berbagai proses yang terjadi selama Siklus air, yang meliputi:
  • penguapan / sublimasi
  • kondensasi / presipitasi
  • aliran air bawah permukaan
  • limpasan permukaan / pencairan salju
  • debit sungai
Tahapan Siklus Air
Ada sejumlah langkah yang terlibat dalam siklus air. Air melewati semua tiga keadaan materi selama siklus ini. Kekuatan alam seperti matahari, udara, tanah, pohon, sungai, laut, dan pegunungan memainkan peranan penting dalam menyelesaikan siklus air.
Tahap 1
Matahari terjadi menjadi kekuatan pendorong dari siklus air. Ini memanas air di laut, sungai, danau dan gletser, yang menguap dan naik ke atas di udara. Air juga menguap melalui tanaman dan tanah melalui proses yang disebut transpirasi. Air menguap ini dalam bentuk uap air, yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Tahap 2
Uap air ini kemudian masuk bersentuhan dengan arus udara, yang membawanya lebih tinggi ke atmosfer. Setelah mencapai suhu dingin, uap air mengembun membentuk awan, yang mengandung jutaan tetesan kecil air.
Tahap 3
Awan ini bergerak sepanjang dunia dan tumbuh semakin besar mengumpulkan uap air lebih banyak dalam perjalanan mereka. Ketika itu menjadi terlalu berat untuk awan untuk menahan uap air lagi, mereka meledak dan tetesan air jatuh kembali ke bumi dalam bentuk hujan. Jika suasana cukup dingin, curah hujan berubah menjadi hujan salju dan hujan es.
Tahap 4
Pada langkah terakhir, hujan atau salju yang mencair mengalir kembali ke badan air seperti sungai, danau, dan waduk. Air hujan juga diredam oleh tanah, melalui proses yang disebut infiltrasi. Beberapa air juga berjalan dari permukaan atau merembes di dalam tanah, yang kemudian dapat dilihat sebagai air tanah atau air tawar mata air. Akhirnya air mencapai lautan, yang merupakan badan air terbesar dan sumber terbesar dari uap air. Siklus air didorong oleh energi matahari karena menghangatkan lautan dan air permukaan lainnya. Energi matahari menyebabkan penguapan (air menjadi uap air) air permukaan yang zat cair dan sublimasi yakni (es menjadi uap air) air beku, yang menyimpan dalam jumlah besar uap air ke atmosfer.Seiring waktu, uap air mengembun menjadi awan ini sebagai tetesan cair atau bekuan, yang akhirnya diikuti oleh presipitasi (hujan atau salju), kembali lagi air ke permukaan bumi. Hujan akhirnya merembes ke dalam tanah, di mana ia dapat menguap lagi (jika dekat permukaan), mengalir di bawah permukaan, atau disimpan untuk waktu yang lama. Lebih mudah diamati adalah limpasan permukaan: aliran air segar baik dari hujan atau pencairan es. Limpasan kemudian dapat membuat jalan melalui sungai dan danau ke laut atau mengalir langsung ke lautan itu sendiri. Hujan dan limpasan permukaan adalah cara utama di mana mineral, termasuk karbon, nitrogen, fosfor, dan sulfur, yang bersiklus dari air darat.
E.PERTANYAAN

1. Mengapa di dalam mangkuk kecil terdapat air?
2. Jika di alam, siklus air terjadi diawali dari proses transpirasi dan
evaporasi. Jelaskan secara singkat siklus air di alam!
3. Jika terjadi pencemaran air, misalnya, adanya tumpahan minyak di
laut, bagaimanakah proses siklus air?

F. JAWABAN DARI PERTANYAAN
1)      Didalam mangkuk kecil terdapat air karena air didalam mangkuk besar menguap dan kembali menjadi air.
2)      Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.
Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut.
Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:
  • Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.
  • Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
  • Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.
3)    Siklus air akan terhambat karena minyak tidak menguap.

Friday, 20 March 2015

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI - SIKLUS HIDROLOGI



LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
SIKLUS HIDROLOGI



KELOMPOK 8:
ALMI AYU ANGGRAINI
EGON
EKA OLSA ARDIANA


      I.            TANGGAL PRAKTIKUM

Minggu, 23 November 2014

   II.            TUJUAN PRAKTIKUM

Membuat model siklus hidrologi sederhana

III.            ALAT DAN BAHAN

1.     Mangkuk (Besar dan Kecil)
2.     Air
3.     Plastik Bening
4.     Tali

IV.            PROSEDUR PRAKTIKUM

1.     Isilah mangkuk besar dengan air kira-kira 1/3 bagian dan letakkan mangkuk kecil di tengah-tengah mangkuk besar.
2.     Tutuplah mangkuk besar dengan plastik transparan dan ikatlah penutup plastik tersebut dengan kuat.
3.     Letakkan alat tersebut dibawah terik matahari, selama 2 jam
4.     Amatilah apa yang terjadi.









   V.            HASIL PRAKTIKUM

No.
Hasil
Sebelum
Sesudah
1.
Mangkuk besar
Air satu gelas penuh
Air berkurang
2.
Mangkuk kecil
Tidak ada air
Terdapat air
3.
Plastik bening
Tidak ada air
Terdapat titik-titik air

VI.            PEMBAHASAN

Air yang semula dalam mangkuk yang besar sebanyak satu gelas, setelah dipanaskan di bawah terik matahari menjadi berkurang. Pada mangkuk kecil yang semula kosong (tidak ada air), setelah dipanaskan terdapat air dalam mangkuk tersebut. Sedangkan plastik bening untuk pembungkus yang semula kering, setelah pemanasan terdapat titik-titik air pada plastik tersebut.

VII.            KESIMPULAN

Sirkulasi air dalam ekosistem dimulai dengan adanya proses pemanasan permukaan bumi oleh sinar matahari, lalu terjadi penguapanhingga akan terjadi proses perubahan uap air menjadi titik air yang berkumpul diatmosfer. Bila uap air telah menjadi titik-titik air, maka hujan akan turun. Kemudian air hujan yang jatuh ke permukaan bumi akan tersebar, ada yang meresap ke dalam tanah, singgah di dedaunan, mengalir menuju laut melalui sungai atau mengumpul di danau, atau menguap lagi ke Atmosfer.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI - OSMOSIS



LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
OSMOSIS



KELOMPOK 8:
ALMI AYU ANGGRAINI
EGON
     EKA OLSA ARDIANA


       I.            TANGGAL  PRAKTIKUM

Sabtu, 22 November 2014

    II.            TUJUAN PRAKTIKUM

 Pengamatan ini dilakukan untuk  mengetahui proses transportasi zat secara osmosis.

 III.            ALAT DAN BAHAN
1.     Pisau
2.     Gelas plastik
3.     Sendok
4.     Kentang
5.     Air
6.     Garam

 IV.            PROSEDUR PERCOBAAN

1.     Kentang dibersihkan terlebih dahulu.
2.     Kentang dipotong dengan ukuran 2 x 2 x 2 cm sebanyak 3 potong.
3.     Tiga buah gelas yang sudah dipersiapkan diisi air dengan ukuran yang sama secukupnya.
4.     Gelas pertama berisi air biasa. Gelas kedua berisi larutan garam 25%. Gelas ketiga berisi larutan garam 50%.
5.     Masukkan potongan kentang secara bersamaan ke masing-masing gelas yang telah dipersiapkan.
6.     Biarkan potongan kentang tersebut terendam selama ± semalam.
7.     Setelah direndam angkatlah dan  periksa keadaan kentang tersebut. Ukur kembali kentang.






    V.            HASIL PENGAMATAN
no
Larutan
Sebelum direndam
Sesudah direndam
Ukuran
Tekstur
Ukuran
Tekstur
1.
Air biasa
2x2x2
Keras
2,3 x 2,1 x 2
Keras
2.
Garam 10%
2x2x2
Keras
2,3 x 1,6 x 1,8
Lembut
3.
Garam 30%
2x2x2
Keras
2,4 x 1,3 x 1,6
Sangat Lembut

 VI.            PEMBAHASAN

Ukuran kentang semula 2x2x2 cm . Setelah perendaman pada air biasa, kentang mengembang menjadi 2,3 x 2,1 x 2 dan teksturnya tidak berubah, sedangkan perendaman pada larutan garam 10%, kentang menyusut menjadi 2,3 x 1,6 x 1,8 dan teksturnya lembut. Pada larutan garam 30%, kentang menyusutmenjadi 2,4 x 1,3 x 1,6dan tekturnya sangat lembut.

VII.            KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum dapat disimpulkan:
1.     Osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut yang lebih rendah melalui membran diferensial permeabel.
2.     Potensial air pada sel dipengaruhi oleh larutan. Ketika larutan hipotonis maka molekul air di lingkungan akan masuk ke dalam sel sehingga menambah berat sel. Ketika larutan hipertonis maka molekul air di dalam sel akan keluar dan mengurangi berat sel.
3.     Kentang yang direndam dalam larutan gula mengalami osmosis dimana kandungan air dalam kentang lebih besar sehingga air cenderung keluar yang menyebabkan kentang menyusut (hipertonis).

DOWNLOAD 14 BUKU SMA KELAS 12 KURIKULUM 2013 TERBARU

Hallo Sobat semua…. Selamat datang di Blog Abang . Kali ini postingan Abang adalah membagikan Buku Kurikulum 2013 Untuk SMA Kelas 12 y...