LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM KIMIA DASAR
ANALISIS MELALUI PENGENDAPAN
Oleh :
Kelompok VII
Arestu Pranana : (08101005027)
Destri Rizky Arifelia :
(08101005043)
Gandara Satya.N
: (08101005046)
Abdy W Banjarnahor : (08101005030)
LABORATORIUM KIMIA DASAR
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2010
Laporan Pendahuluan
Praktikum Kimia Dasar I
I. Nama
Percobaan : Analisis Melalui Pengendapan
II.
Nomor Percobaan : VII
III.
Tujuan Percobaan :
- Mengendapkan BaCl2 dan menentukan presentase hasil BaCrO4.
- Menentukan prosentase BaCl2 dalam campuran.
- Mendalami hokum stoikhiometri.
- Mengembangkan keterampilan menyaring dan memindahkan endapan.
IV.
Dasar Teori
Endapan merupakan zat yang
memisahkan diri dari larutan, berfase padat, terbentuk jika larutan lewat
jenuh. Suatu zat akan mengendap jika hasil kali kelarutan ion-ionnya lebih
besar dari Ksp. Kelarutan (s) didefinisikan sebagai konsentrasi molar dari
larutan jenuhnya.
Pembentukan
endapan adalah salah satu teknik untuk memisahkan analit dari zat lain, dan
endapan ditentukan dengan cara ditimbang dan dilakukan perhitungan
stoikhiometri.
Cara ini dikenal dengan nama
Gravimetri.
aA + rR
------à AaRr
Dengan :
A = Molekul analit A
R = Molekuil analit R
AaRr = Zat yang mengendap.
Pereaksi R berlebih biasanya
untuk menekan kelarutan endapan. Keberhasilan analisa gravimetric bergantung
pada :
- Kesempurnaan proses pemisahan hingga kuantitas yang tidak mengendap tak
Ditemukan
(biasanya 0,1 mg).
2.
Zat yang ditimbang mempunyai susunan tertentu yang diketahui dan murni.
(Modul Kimia Dasar I 2010 : 32).
Reaksi
pengendapan merupakan reaksi yang salah satu produknya berbentuk endapan.
Endapan terjadi karena zat yang terjadi tidak atau sukar larut didalam air atau
pelarutnya. Tidak semua zat mengendap, sehingga reaksi pengendapan juga
dipergunakan untuk identifikasi sebuah kation atau anion.
Dibawah ini disajikan beberapa reaksi pengendapan,
sebagai tanda bahwa zat yang terjadi adalah endapan perhatikan tanda (s) solid,
setelah indeks dari rumus kimianya.
AgNO3(aq)
+ HCl(aq) → AgCl(s) + HNO3(aq)
Endapan
yang terbentuk adalah endapan putih dari AgCl.
Pb(CH3COO)2(aq)
+ H2S → PbS(s) + 2 CH3COOH(aq)
Dari
reaksi ini akan dihasilkan endapan yang berwarna hitam dari PbS.
Pengendapan suatu padatan dapat digunakan untuk
menentukan komposisi suatu zat yang tepat. Di dalam melakukan percobaan
pengendapan, harus sesempurna mungkin. Dalam pemurnian endapan melalui
pencucian, kadang-kadang digunakan larutan pencuci yang banyak mengandung ion
senama, bukan sekedar air murni. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kelarutan
dari endapan tersebut. Teknik lain yang dapat lebih dipahami melalui
prinsip-prinsip kesetimbangan larutan ialah pengendapan sebagian. Syarat utama
untuk keberhasilan pengendapan reaksi adalah adanya perbedaan nyata dalam
kelarutan senyawa-senyawa yang dipisahkan (Petrucci, 1992).
Cara lain untuk analisa campuran ialah dengan menggunakan
reaksi-reaksi selektif. Tujuan pokoknya ialah memisahkan segolongan kation dari
yang lain. Misalnya bila suatu pereaksi menyebabkan sebagian kation mengendap
dan sisanya tetap larut, maka setelah endapan disaring, terdapatlah dua
kelompok campuran, yang isinya masing-masing kurang terpisah satu sama
sebelumnya. Dengan jalan itu akhirnya setiap kation dapat terpisah satu sama
lain. Reaksi-reaksi disini menyebabkan terjadinya zat-zat baru yang berbeda
dari semula dan dikenali dari perbedaan sifat fisiknya (Harjadi, 1990).
Analisis Gravimetric adalah suatu bentuk analisis
kuantitatif yang berupa penimbangan, yaitu suatu proses pemisahan dan
penimbangan suatu komponen dalam suatu zat dengan jumlah tertentu dan dalam
keadaan sesempurna mungkin. thermogravimetri, analisis pengendapan gravimetri,
dan elektrodeposisi. Beberapa hal tentang gravimetri:
1.Waktu
yang diperlukan untuk analisa gravimetri, menguntungkan karena tidak memerlukan
kalibrasi atau standarisasi. Waktu yang diperlukan dibedakan menjadi 2 macam
yaitu: waktu total dan waktu kerja.
2.Kepekaan
analisa gravimetri, lebih ditentukan oleh kesulitan untuk memisahkan endapan
yang hanya sedikit dari larutan yang cukup besar volumenya.
3.Ketepatan
analisa gravimetri, untuk bahan tunggal dengan kadar lebih dari 100 % jarang
dapat ditandingi perolehannya.
4.Kekhususan
cara gravimetri, pereaksi gravimetri yang khas (spesifik) bahkan hampir semua
selektif dalam arti mengendapkan sekelompok ion. Banyaknya komponen dari suatu analisis
biasanya ditentukan melalui hubungan massa atom,
massa molekul
dan berat senyawa.
Pemisahan ion besi dilakukan dengan mereaksikan cuplikan
de NH4OH sehingga terbentuk endapan Fe(OH)3 apabila berat cuplikan adalah A
gram, berat senyawa Fe(OH)3 adalah a gram, maka persen Fe dalam Cuplikan
adalah Terkadang senyawa yang ditimbang
berbeda dengan senyawa yang dipisahkan dalam hal rumusnya. Misal rumus kimia
dari senyawa yang dipisahkan MgNH4PO4 setelah dipijarkan dan didinginkan
ditimbang sebagai senyawa Mg2P2O7 kita misalkan berat cuplikan = B gram. Berat
senyawa yang ditimbang = b. Maka akan diperoleh rumus : Catatan : angka 0,5234 dan 0,2162 adalah
faktor kimia atau faktor Gravimetri.
Metode dalam Analisis Gravimetri adalah : Metode
Pengendapan Metode Penguapan Metode Elektrolisis Metode Pengendapan Pembentukan
endapan dibedakan menjadi 2 macam yaitu:
1.Endapan
dibentuk dengan reaksi antar analit dengan suatu pereaksi, biasanya berupa
senyawa baik kation maupun anion. Pengendapan dapat berupa anorganik maupun
organik 2.Endapan dibentuk cara elektrokimia (analit dielektrolisa), sehingga
terjadi logam sebagai endapan, dengan sendiri kation diendapkan.
Keadaan
optimum untuk pengendapan Untuk memperoleh keadaan optimum harus mengikuti
aturan sbb:
a.Pengendapan
harus dilakukan pada larutan encer, yang bertujuan untuk memperkecil kesalahan
akibat koresipitasi.
b.Peraksi
dicampur perlahan-lahan dan teratur dengan pengadukan tetap. c.Pengendapan dilakukan pada larutan panas
bila endapan yang terbentuk stabil pada temperatur tinggi.
d.Endapan
kristal biasanya dibentuk dalam waktu yang lama dengan menggunakan pemanas uap
untuk menghindari adanya koprespitasi.
e.Endapan
harus dicuci dengan larutan encer.
Untuk menghindari postpresipitasi atau kopresipitasi
sebaiknya dilakukan pengendapan ulang
Syarat- syarat endapan gravitasi
1.Kesempurnaan
pengendapan: Pada pembuatan endapan harus diusahakan kesempurnaan pengendapan
tersebut dimana kelarutan endapan dibuat sekecil mungkin.
2.Kemurnian
endapan (kopresipitasi): Endapan murni adalah endapan yang bersih, tidak
mengandung, molekul-molekul lain (zat-zat lain biasanya pengotor atau
kontaminan).
3.Endapan
yang kasar: Yaitu endapan yang butir-butirnya tidak keecil, halus melainkan.
4.Endapan
yang bulky: Endapan dengan volume atau berat besar, tetapi berasal dari analit
yang hanya sedikit.
5.Endapan
yang spesifik: Pereaksi yang digunakan hanya dapat mengendapkan komponen yang
dianalisa.
Macam-macam
endapan :
1.
Endapan koloid AgNO3(aq) + NaCl(aq) AgCl(s) + NaNO3(AQ) NaCl akan mengendapkan
reagent: AgCl pembentukan endapan koloid (amorf).
2.
Endapan kristal: Endapan tipe ini lebih mudah dikerjakan karen mudah disaring
dan dibersihkan. Endapan yang dibawa oleh pengotor (Co precipitation).
Sumber-sumber Co prepicitation:1) absorbi permukaan, 2) pembentukan campuran
kistal, 30 mekanika. 4. Endapan homogen (homogenous precipitatoin): Endapan
homogen adalah cara pembentukan endapan dengan menambahkan bahan pengandap.
Contoh: homogenos prepicitation tidak digunakan
etil oksalat (C2H5O)C2O yang tidak dapat mengion menjadi C2O42- tetapi harus
terhidrolisa sbb: (C2H5O)2C2O4 + 2H2O
2C2H5OH + H2C2O4.
Untuk analisa anion kation Al dan Fe dipisahkan dari yang
lain. Pemisahan ini menuntut pengaturan PH yang cermat, dan diusahakan PH
antara 6,0 dan 6,5. Kalau PH kurang, maka Al dan Fe sukar atau tidak mengendap.
Kalau PH terlalu tinggi mungkin akan mengendap, pemisahan ini disebut pemisahan
asetat (Harjadi, 1986).
Untuk analisa kation, bila bahan padat dilarutkan lebih
dahulu, namun bila suatu berupa cairan atau larutan langsung digunakan. Pada
umumnya semua kombinasi anion-kation dapat larut dalam air atau HCl tapi ada
juga yang tidak larut, oleh karena itu pelarut yang biasa dipakai adalah air
dan HCl encer (Anonim, 2006).
Perbedaan antara larutan dengan dispersi koloidal
terutama terletak pada ukuran partikelnya. Diameter dari ion dan molekul adalah
antara 0,5-2,5 A. Partikel dengan ukuran sekecil ini tidak dapat dilihat pada
mikroskop biasa maupun mikroskop elektron. Larutan merupakan campuran sempurna
yang stabil dari partikel-partikel (atom, ion, dan molekul) (Anwar, 1981).
Reaksi pengendapan telah digunakan secara meluas dalam
kimia analisis dalam titrasi-titrasi, dalam penetapan gravimetri, dan dalam
memisahkan suatu sampel menjadi komponen-komponennya. Analisa kimia adalah
penyelidikan kimia yang bertujuan untuk mencari susunanpersenyawaan atau
campuran persenyawaan di dalam suatu sampel. Suatu senyawa dapat diuraikan
menjadi anion dan kation. Analisa anion dan kation bertujuan untuk menganalisa
adanya ion dalam sample (Underwood, 1986).
Analisa Anion dominan menggunakan cara yang lebih mudah
dibanding analisa terhadap kation dan berlangsungnya juga sangat singkat
sehingga kita dapat secara cepat mendapatkan hasil percobaan. Analisa anion -
kation dapat juga digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti dalam
pemeriksaan darah, urine, dan sebagainya.
Analisa kualitatif atau disebut juga analisa jenis adalah
untuk menentukan macam atau jenis zat atau komponen-komponen bahan yang
dianalisa. Dalam melakukan analisa kita mempergunanakan sifat-sifat zat atau
bahan, baik sifat-sifat fisis maupun sifat-sifat kimianya (Kastowo, 1999).
![]() |
V. Alat dan Bahan
1. Air suling
2. BaCl2
3. Gelas arloji
4. Gelas piala
5. Kertas saring whatman
6. K2CrO4
7. Pemanas
8. Pipet tetes
9. Spatula
10.Timbangan
VI. Prosedur Percobaan
A Penentuan endapan
teoritis dan persen hasil
|

|
![]() |
||||||||
|
||||||||
![]() |
||||||||
![]() |
||||||||
|
||||||||
![]() |
||||||||
|
B. Penentuan endapan
teoritis dan persen hasil
![]() |
VII. Tugas Pendahuluan
1.
Berikan definisi untuk filtrasi, % komposisi,
endapan, stoikhiometri, supernatant, hasil teoritis?
Jawab:
a.
Filtrasi adalah penyaringan.
b.
% komposisi adalah persentase suatu senyawa yang
dihitung dengan perhitungan secara teoritis.
c.
Endapan adalah zat yang memisahkan diri dari
larutan berfase padat, terbentuk jika larutan lewat jenuh.
d.
Stoikhiometri adalah konsentrasi yang
berdasarkan pada kelarutan AxBy.
e.
Supernatant adalah zat yang memisah dari endapan
(cairan atas endapan yang telah dipanaskan).
f.
Hasil teoritis adalah suatu hasil dari
perhitungan.
2.
Bagaimana jika endapan dapat dikatakan sempurna?
Jawab:
Dengan cara memberikan
beberapa tetes K2CrO4.
3.
Masalah apa yang terjadi jika endapan tidak
sempurna?
Jawab:
Yang terjadi adalah hasil
yang didapat kurang baik, ini terjadi pada waktu pemanasan suhunya kurang
tinggi.
4.
Apa yang anda lakukan jika partikel endapan
terlihat dalam filtrat?
Jawab:
Hal yang akan saya lakukan adalah memanaskan
kembali larutan tersebut.
VIII. Data Hasil Pengamatan
W BaCrO4 = 0,5 gr
W MrBaCrO4 = 253 gr/mol
W Kertas saring = 1,63 gr
W Endapan + kertas saring = 1,91 gr
IX. Reaksi
BaCl2 + K2CrO4
BaCrO4
+ 2KCl
X. Perhitungan

= 1,91 –
1,63
= 0,28 gr
Mol BaCl2 = Mol BaCrO4


Mr
BaCrO4 253
% Hasil = W BaCrO4 secara praktek x !00%
W
BaCrO4 Secara teori
= 0,28 x 100%
0,5
= 56 %
% kesalahan = W teori – W praktek x 100%
W
teori
= 0,5 gr – 0, 28 x 100%
0,5
= 44 %
XI. Pembahasan
Dari hasil pengamatan yang
kelompok kami lakukan mengenai analisis melalui pengendapan, Endapan merupakan
zat yang memisahkan diri dari larutan, berfase padat, terbentuk jika larutan
lewat jenuh. Kelarutan merupakan sebagai konsentrasi molar dari larutan
jenuhnya. Pembentukan endapan memiliki pengertian bahwa pembentukan endapan
merupakan salah satu teknik untuk memisahkan analit dari zat lain, dan endapan
ditentukan dengan cara ditimbang dan dilakukan perhitungan stiokiometri.
Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi kelarutan diantaranya pemanasan, jika pemanasan yang dilakukan
pada larutan kurang, maka hasil yang akan didapan tidak akan maksimal bahkan
percobaan tersebut gagal. Fungsi dari pemanasan tersebut untuk mempercepat terjadinya
reaksi untuk mendapatkan hasil akhir. Analisa dibagi menjadi dua analisa
kualitatatif dan analisa kuantitatif. Analisa yang digunakan pada percobaan
kali ini merupakan analisa kuantitatif karena data yang didapatkan berdasarkan
jumlah/perhitungan.
Pada percobaan kali ini
ketelitian dan kecermatan serta ketepatan sangat diperlukan untuk mencapai
hasil akhir yang memuaskan. Fungsi penambahan larutan K2CrO4
untuk membuktikan ada atau tudaknya endapan dari BaCrO4 yang
dihasilkan, setelah larutan K2CrO4 tersebut ditambahkan
atau dicampur dengan BaCl2 dan air suling. Fungsi dari penyaringan
untuk mendapatkan endapan BaCrO4 yang sempurna.
Reaksi
pengendapan tergolong reaksi pergantian atau dekomposisi rangkap yang salah
satu produk atau kedua produk merupakan bahan yang sukar larut dalam air
sehingga dapat membentuk endapan. Dalam percobaan kali ini juga terjadi
filtrasi yang memiliki arti penyaringan. Pada percobaan kali ini juga adanya
endapan, yang berarti adanya suatu zat yang memisahkan diri dari larutan yang
padat terbentuk jika larutan lewat jenuh. Supernatan merupakan zat memisah dari
endapan (cairan atas endapan yang telah dipanaskan).
Hasil
teoritis merupakan hasil yang didapat dari perhitungan. Hubungan Ksp dengan
hasil kali konsentrasi memiliki beberapa pengertian diantaranya, jika Ksp sama
dengan hasil kali konsentrasi disebut larutan tepat jenuh, Jika Ksp lebih kecil
dari konsentrasi maka disebut dengan larutan belum jenuh, dan jika Ksp lebih
besar dari konsentrasi disebut dengan larutan kuat jenuh.
Adapun
guna kita melakukan percobaan tersebut agar kita dapat memahami Hukum Stoikiometri
dan juga, kita dapat belajar mengembangkan kecermatan kita dalam menimbang dan
menghitung. Oleh sebab itu dalam percobaan kali ini sangat dituntut dalam
ketelitian, apalagi dalam penimbangan dan pada saat pemanasasan. Karena jika
terjadi sedikit kesalahan maka dapat dikatakan percobaan kali ini gagal. Oleh
karena itu kita harus sangat teliti serta dibutuhkan juga kekompakan.
Pada percobaan kali ini
ketelitian dan kecermatan serta ketepatan sangat diperlukan untuk mencapai
hasil akhir yang memuaskan. Fungsi penambahan larutan K2CrO4
untuk membuktikan ada atau tudaknya endapan dari BaCrO4 yang
dihasilkan, setelah larutan K2CrO4 tersebut ditambahkan
atau dicampur dengan BaCl2 dan air suling. Fungsi dari penyaringan
untuk mendapatkan endapan BaCrO4 yang sempurna.
XII.
Kesimpulan
1.
Apabila larutan barium
klorida direaksikan dengan larutan kalium kromat akan menghasilkan endapan
barium kromat yang berwarna kuning.
2.
Analisis melalui
pengendapan harus menggunakan ketelitian, kecermatan dan ketepatan.
3.
Bobot endapan dapat
dicari dengan dua cara yakni dengan melakukan perhitungan secara teoritis dan
menimbang endapan yang dihasilkan
4.
Cara pengukuran
analisis melalui pengendapan yang disebut gravimetri.
5.
Terjadinya endapan
apabila salah satu produk atau keduanya adalah bahan yang sukar larut dalam
air.
6.
Penyaringan dilakukan
untuk mendapatkan endapan yang sempurna.
DAFTAR PUSTAKA
Tim
Kimia Dasar I. 2010. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Universitas
Sriwijaya. Inderalaya.
(http://www.stoikiometri.org//).
.
.
LAMPIRAN
![]() |
||||||||||
![]() |
||||||||||
![]() |
||||||||||
![]() |
||||||||||
![]() |
||||||||||
![]() |
||||||||||
No comments:
Post a Comment