LAPORAN PRAKTIKUM
|
KIMIA DASAR I
|
DISUSUN
OLEH
FANI
YOHANA 08101003046
MASYITA 08101003004
SITI
FATIMAH 08101003068
RAHMAT
RAMADHANI 08101003046
JURUSAN
KIMIA
KELOMPOK
IV
|
PERCOBAAN : STRUKTUR SENYAWA
|
LABORATORIUM KIMIA DASAR
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SRIWIJAY
LAPORAN PENDAHULUAN
PRAKTIKUM KIMIA DASAR I
I. NOMOR
PERCOBAAN : III
II. NAMA
PERCOBAAN : STRUKTUR SENYAWA I
III. TUJUAN
PERCOBAAN :
1.
Menyusun model setiap senyawa yang ditugaskan berdasarkan rumus
molekulnya.
2.
Menggambarkan model senyawa dalam struktur tiga dimensi.
3.
Menggambarkan rumus struktur untuk setiap senyawa berdasarkan model molekulnya.
4.
Menuliskan rumus senyawa yang diberikan oleh asisten.
IV. DASAR
TEORI
Atom-atom bereaksi satu
sama lain dengan mengunakan elektron-elektron dalam tingkatan energi terluar.
Antar aksi elektron ini menghasilakan gaya-gaya tarik yang kuat “ikatan kimia”
yang mengikat atom-atom bersamaan dalam sutau senyawa. Dari rumus senyawa
seperti H2O, H2O , HCl, CO2 , C 2H2
jelas bahwa atom-atom dari unsur
yang berlainan mempunyai kemampuan berlainan dalam mengikat satu sama lain.
Kemampuan bersenyawa suatu unsur disebut valensi.
Wajah struktur yang
paling penting dari atom-atom dalam menentukan perilaku kimia ialah banyakanya
elektron dalam tingkatan energi terluarnya. Elektron-elektron terluar unsur
bersenayawa dengan atom-atom unsur lain, selalu terjadi perubahan dalam
distribusi elektron pada tingkatan energi terluarnya. Terjadinya pembentukan senyawa
menyebabkan atom-atom unsur tertentu cenderung memperoleh elektron dan atom
unsur lain cenderung
memperoleh
kehilangan elektron. Masing-masing berupaya untuk mengahsilakan suatu penataan
elektron yang stabil.
Na + Cl → Na + Cl
H + Br → H + Br
Pada umumnya, bila suatu
unsur non logam bersenyawa dengan unsur-unsur
non logam lain, elektron tidak dibuang ataupun diambil oleh atom-atom,
melaikan digunakan secara bersama-sama yang disebut “ikatan kovalen”. Senyawa
yang dibentuk oleh ikatan kovalen disebut senyawa kovalen.
3H + N → H-N-H
Tujuan dari percobaan in
i adalah untuk mengambil kesimpulan mengenai rumus titik elektron senyawa dari
suatu model. Model tersebut disusun dari sejumlah bola dan tongkat penghubung
mewakili satu ikatan kovalen tunggal. Satu ikatan kovalen tunggal terdiri dari
dua elektron yang digambarkan dengan 2 titik.
Untuk menyeusun suatu
model, satu tongkat yang menghubungakan dua bola menggambarkan satu iaktan
tunggal. Jika dua bola bergabung dengan dua tongkat, ini berarti satu ikatan
ganda atau emapt elektron ikatan. Tiga tongkat yang menggabungakan dua bola
menggambarkan tiga pasangan elektron ikatan.
Senyawa kimia adalah zat
yang tersusun oleh dua unsur atau lebih, sehingga merupakan kombinasi lambang
yang disebut rumus kimia . Rumus kimia
adalah lambang yang menyatakan :
-
Unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah senyawa.
-
Jumalah atom relatif dari tiap unsur.
Apabila
unsur-unsur beraksi membentuk senyawa ikatan terbentuk
diantara
atom-atomnya. Pada pembentukakan struktur elektronnya, terutama pada kulit
terluarnya. Dimana ikatan elektron yang bergantungan pada jenis unsur
berikatan. Menerima pemasangan elektron donor yang masih tetap dipakai atom
donor.
Menyerap elektron, unsur
logam yang mempunyai definitas elektron dari elektron yang memiliki
kelektronegatifan yang relatif besar cenderung menerima atau menyerap elektron.
Jumlah unsur yang diserap adalah 8-x dengan x = nomor golongan membentuk ion
bermuatan –x.
(Brandy, Jemes,
E.1994.Kimia Untuk Universitas. Jakarta : Erlangga)
Memasang elektron,
Jumlah elektron yang dipasang pada unsur non logam yang beraksi dengan unsur
non logam ini cenderung mencapai konfigurasi oktet. Dalam banyak hal aturan
oktet dilarang terutama jika unsur yang non logam ini cenderung mencapai
konfigurasi, jika unsur yang sangat elektronegatif direaksikan dengan unsur
yang kurang elektronegatifan. Atom-atom beraksi satu sama lain dengan
menggunakan elektron-elektron dalam tingkatan energi terluar. Antara aksi
elektron ini menghasilkan gaya-gaya tarik yang kuat. Ikatan kimia yang mengikat atom-atom bersama
dalam suatu senyawa. Dari rumus senyawa seperti, H O, H O , HCl, CO , C H jelas bahwa atom-atom dari unsur yang
berlainan dalam mengikat satu sama lain. Kemampuan bersenyawa satu unsur
disebut valensi.
(Suminar Petricci.1992.Kimia
Dasar. Jakarta : Erlangga)
Macam-macam ikatan kimia
:
Ikatan ion atau
ikatan elektrovalensi atau ikatan hetero polar. Ikatan ini terbentuk karena
adanya perpindahan elektron antara sebuah atom logam dan sebuah atom non logam.
Atom logam menjadi ion bermuatan positif (kation) dan ion non logam bermuatan
negatif (anion). Ion-ion Na + dan Cl - terbentuk karena serah terima elektron.
Serah terima elektron terjadi karena perbedaan keelektronegatifan yang besar
antara Na dan Cl.
Beberapa sifat senyawa
ion :
-
Merupakan zat padat dengan titik leleh dan titik didih
yang relatif tinggi.
-
Rapuh, hancur bila dipukul, lelehanya mengahantar
listrik dan larutannya dalam air dapat mengahantarkan listrik.
Ikatan kovalen adalah
ikatan kimia yang terjadi adanya pemakaian elektron secara bersamaan. Ikatan
seperti : H2 , HCl dan O2
yang lainnya, tidak terjadi perpindahan elektron dari satu atom ke
atom lain. Ikatan pada H2 terjadi karena adanya pemakaian bersamaan
pasangan elektron ikatan.
Dalam ikatan kovalen
terdapat tiga macam ikatan kovalen :
-
Ikatan kovalen tunggal
Misalkan molekul Cl2 dari atom kalor yang masing-masing
mempunyai tujuh elektron secara bersama-sama sepasang elektron sehingga akan
terjadi pemakaian elektron secara bersama-sama sehingga terbentuk Cl2, itulah
yang dinamakan ikatan tunggal.
-
Ikatan kovalen rangkap
Senyawa seperti etilen,
C2H , dan CO2 bersifat
simetris. Rumus bangun yang mengandung ikatan rangkap karena terjadi pemakaian
sevara bersama-sama dua pasang elektron untuk mencapai bilangan oktet.
-
Ikatan kovalen rangkap dua
Seperti pada asetil
dengan nitrogen digunakan bersama karena belum stabil maka diperhatikan dua
pasang elektron lagi agar keadaannya stabil.
Sifat-sifat
senyawa kovalen :
-
Pada suhu kamar titk didih rendah.
-
Gaya antar molekul itu tidak lemah meskipun
ikatan kovalen itu ikatan kuat.
-
Larutan dalam pelarut non polar seperti benzen
dan beberapa diantaranya dapat berinteraksi dengan polar.
-
Pada ikatan, leburan atau larutannya tidak
menghantar listrik.
Ikatan kovalen koordinat
adalah elektron yang digunakan untuk berikatan berasal dari satu atom ayng
digunakan bersama-sama, seperti BCl3 dan NH3 yang stabil terbentuk dari amonia dan boron
triklorida. Atom nitrogen dalam amonia mengandung dua elektron yang tidak
berikatan (sepasang elektron bebas). Sedangkan boron dalam triklorida
kekurangan dua elektron untuk mencapai oktet.
Ikatan logam adalah
interaksi gaya tarik menarik pada molekul polar antara polar antara muatan
positif dari elektron yang bergerak bebas.
Sifat-sifat ikatan logam
:
-
Pada suhu kamar berupa zat padat.
-
Dapat ditempuh (tidak rapuh), dapat dibengkokkan
dan dapat direntangkan kawat.
-
Penghantar listrik atau penghantar panas.
Ikatan
hidrogen adalah hanya terdapat senyawa yang molekulnya terbentuk dari atom
hidrogen dengan atom lain yang sangat elektronegatif. Misalnya seperti pada HF,
H2O dan NH3 atau
biasanya bereaksi dengan unsur halogen, titik didihnya sangat tinggi
dibandingkan senyawa lain yang tidak berikatan dengan atom hidroegen, karena
adanya ikatan hidrogen dalam suatu senyawa akan berpengaruh pada sifat fisi
senyawa tersebut.
Ikatan Van Der Walls
adalah gaya tari-menarik yang lemah dibandingakan dengan hidrogen. Pada ikatan
Van Der Walls terdapat dua gaya yaitu
dipol-dipol forofcos yang terjadi antara molekul-molekul polar, gaya london
(london forces) yang terjadi antar molekul-molekul non polar.
H - H H -
H (ikatan kimia molekul hidrogen)
Pada umumnya, bila suatu
unsur non logam bersenyawa dengan unsur-unsur logam lain, elektron tidak
dibuang ataupun diambil oleh atom-atom
melainkan
digunakan secara bersama-sama yang disebut ikatan kovalen. Senyawa yang
terbentuk oleh ikatan kovalen disebut senyawa kovalen.
Tujuan dari percobaan
ini adalah untuk mengambil kesimpulan mengenai rumus titik elektron senyawa
dari suatu model. Model tersebut disusun dari sejumlah bola dan tongkat
penghubung. Setiap bola mewakili sebuah atom dan setiap tongkat penghubung
mewakili satu ikatan kovalen tunggal. Satu ikatan kovalen tunggal terdiri dua
elektron yang digambarkan dengan 2 titik.
Untuk menyusun suatu
model, satu tongkat yang menghubungkan
dua bola menggambarkan satu ikatan. Jika dua bola bergabung dengan dua tongkat,
ini berarti satu ikatan ganda atau empat elektron ikatan. Tiga tongkat yang
menggabungkan dua bola menggambarkan tiga pasang elektron ikatan.
V. PROSEDUR
PERCOBAAN
Susunlah model untuk setiap senyawa
dibawah ini (A,B,C,D). Gambarkan model
tiga dimensinya pada lembar laporan
↓
Gambarkan
rumus struktur dari setiap senyawa
↓
Tuliskan rumus titik elektron sesuai
dengan rumus strukturnya. Setiap atom
harus dikelilingi oleh elektron oktet (catatan : kecuali atom hidrogen karena hanya mempunyai satu subkulit dan
ditempati oleh dua elektron).
↓
Periksa kembali setiap rumus titik
elektron dengan jalan menjumlahkan elektron
valensinya.
Senyawa-senyawa
prosedur di atas :
Senyawa A : Senyawa dengan ikatan
tunggal
H2 Cl2 Br2 I2 HCl HBr HI CH4 CCl4 CH2I2
NH3 H2O2 CH3OH
Senyawa B : Senyawa dengan ikatan
ganda dua
C2H4 HONO HCOOHC2HCl3 CH3N2CH3
Senyawa C : Senyawa dengan
ikatan ganda tiga
N2 C2H2 HOCN
Senyawa D : Senyawa dengan dua
ikatan ganda
CO2 C3H4 C2H2O
Senyawa yang tidak diketahui
Gambarkan rumus struktur setiap
model molekul senyawa yang diberi oleh asisten. Tuliskan rumus titik
elektronnya sesuai dengan rumus struktur.
VII.
PERTANYAAN
PRAPRAKTEK
1. Bagaimana
perbedaan panjang ikatan tunggal dengan ikatan ganda dua dan ikatan ganda tiga ?
Jawab : Ikatan
ganda dua dan ikatan ganda tiga lebih panjang dibandingkan dengan ikatan tunggal
karena elektron-elektron yang digunakan secara
bersama-sama lebih dari satu pasang dan
pada ikatan tunggal
ikatan elektron yang digunakan
secara berpasangan hanya sepasang.
2. Beri
nama bentuk ruang (model 3 dimensi) tetrahedral, oktahedral, linier , dll dari
senyawa berikut :
a. H2 b. CH4 c. C6H6 d. C2H2 !
Jawab :
a.
H2
nama bentuk ruangnya adalah linier karena hanya mempunyai satu pasang
elektron berikatan.
b.
CH4 membentuk ruangnya adalah trigonal
karena mempunyai empat pasang elektron yang berikatan.
c.
C6H6 nama bentuk ruangnya adalah
trigonal karena mempunyai tiga pasang elektron yang berikatan.
d.
C2H2 nama bentuk runagnya adalah
linier karena hanya mempunyai satu pasang adalah elektron berikatan.
3. Gambarkan
rumus struktur dan rumus elektron dari setiap model yang digambarkan pada soal (2) !
Jawab :
Senyawa Rumus Struktur Rumus
titik elektron
H2 H
- H H
H
CH4 H H H H
C C
H H H H
C2H6
H H H H

H - C - C
- H H C C H
H H H H
C2H2 H
- C C
- H H
C
C H
VIII.
PEMBAHASAN
Senyawa kimia merupakan
zat yang tersusun oleh dua unsur atau lebih, sehingga merupakan kombinasi lambang yang disebut rumus kimia.
Ada banyak ikatan kimia pada pembahasan ini akan dijelaskan macam-macam ikatan
kimia.Ikatan ion atau ikatan elektrovalensi atau ikatan hetero polar. Ikatan
ini terbentuk karena adanya perpindahan elektron antara sebuah atom logam dan
sebuah atom non loagam. Atom logam menjadi ion bermuatan positif (kation) dan
ion non logam menjadi ion bermuatan negatif (anion). Ion-ion Na + Cl -
terbentuk karena serah terima elektron. Serah terima elektron
terjadi karena perbedaan keelektronegatifan yang besar antara Na dan Cl.
Sifat-sifatnya : merupakan zat padat dengan titik leleh dan titk didih yang
relatif tinggi, rapuh dan hamcur bila dipukul, lelehanya mengantarkan listrik
dan larutannya dalam air dapat menghantar listrik.
Ikatan kovalen merupakan
ikatan kimia yang terjadi karena adanya pemakaian elektron secara bersamaan.
Contoh seperti ikatan : H 2, HCl dan O2 dan lainnya, tidak terjadi perpindahan
elektron dari satu atom ke atom lain. Ikatan pada H2 terjadi
karena adanya pemakaian bersamaan pasangan elektron ikatan.
Sifat-sifatnya : pada suhu kamar titik didih rendah, gaya antar molekul larutan
dalam pelarut non polar seperti benzen dan berapa diantaranya dapat
berinteraksi dengan polar, apda ikatan, lebuaran atau larutannnaya tidak
menghantar listrik.
Ikatan logam merupakan
interaksi gaya tarik menarik pada molekul polar antara muatan positif dari
elektron yang bergerak bebas. Sifat-sifatnya : pada suhu kamar berupa zat
padat, dapat ditempuh (tidak rapuh), dapat dibengkokkan dan dapat direntangkan
kawat penghantar listrik atau penghantar panas.
Ikatan hidrogen hanya
terdapat senyawa yang molekulnya terbentuk dari atom hidrogen dengan atom lain
yang sangat elektronegatif. Contoh seperti iaktan pada HF, H2O dan
NH3 atau biasanya beraksi dengan unsur halogen, titik didihnya
sangat tinggi dibandingkan senyawa lain yang tidak berikatan dengan atom hidrogen,
karena adanya ikatan hidrogen dalam suatu senyawa akan berpengaruh pada sifat
fisis senyawa tersebut.
Ikatan Van Der Walls
merupakan gaya tarik menarik yang lemah dibandingkan dengan hidrogen. Pada
forofcos yang terjadi antara molekul-molekul polar, gaya london (london forces)
yang terjadi antar molekul-molekul non polar.
Ikatan tunggal merupakan
ikatan lemah tatepi ikatannya panjang. Sedangkan ikatan rangkap merupakan
ikatannya kuat tapi ikatannya pendek. Ikatan tunggal dapat dibuktikan pada elektrofil
yang menyerang ikatan tunggal maka ikatannya langsung putus. Tetapi berbeda
dengan ikatan rangkap dapat dibuktikan pada elektrofil yang menyerang ikatan
ganda maka ikatan ganda tidak langsung putus ikatannya karena memiliki satu
pasang lagi elektron.
Kaidah Oktet mempunayai
8 pasangan elektron di kulit terlaur. Sedangkan kaidah Duplet mempunyai 2
pasangan elektron dikulit terlaur.
Linier. Dalam molekul
linier, atom-atom tertata pada suatu garis sudut yang dibentuk oleh dua ikatan
ke arah atom pusat akan saling membentuk sudut 1800 . Sudut itu disebut sudut ikatan.
Contoh molekul yang terbentuk linier yaitu BeCl2.
Tetrahedral. Atom-atom
dalam molekul yang terbentuk tetrahedron akan berada dalam suatu ruang piramida
segitiga dengan keempat bidang permukaan segitiga sama sisi. Atom pusat
terletak pada pusat tetrahedron dan keempat ataom lain akan berada pada temapt
titik sudut yang mempunyai sudut iaktan 109,50 . Contoh molekul
tetrahedron yaitu CH4.
Oktahedron. Suatu bentuk
yang terjadi dari dua limas alas segi empat, dengan bidang alasnya saling
berhimpit, sehingga membentuk delapan bidang segitiga. Pada molekul yang
terbentuk oktahedron atom pusatnya berada pada pusat bidang segiempat dari dua
limas yang berimpit tersebut, sedangakan enam atom yang mengelilingi akan
berada pada sudut-sudut limas tersebut. Sudut ikatan yang dibentuk 900
. Contoh molekul yang mempunyai bentuk oktahedron yaitu SF6 .
Segitiga planar.
Atom-atom dalam molekul berbentuk segitiga tertata dalam bidang diatas, tiga
atom akan berada pada titik sudut segitiga sama sisi dan dipusat segitiga
terdapat atom pusat sudut ikatan antara atom yang mengelilingi atom pusat
membentuk sudut 1200 . Contoh molekul segitiga sama sisi yaitu BCl3
.
IX.
KESIMPULAN
1.
Oktahedron suatu bentuk yang terjadi dari sebuah limas
alas segi empat, dengan bidang alasnya saling berimpit, sehingga membentuk
delapan bidang segitiga.
2.
Atom-atom dalam molekul yang terbentuk tetrahedron akan
berada dalam suatu ruang piramida segitiga dengan keempat bidang permukaan
segitiga sama sisi.
3.
Ikatan tunggal merupakan ikatan panjang dan lemah,
dapat dibuktikan pada elektrofil yang menyerang ikatan tunggal maka ikatannya
langsung putus.
4.
Ikatan ganda merupakan ikatan pendek dan kuat, dapat
dibuktikan pada elektrofil yang menyerang ikatan ganda maka iaktan ganda tidak
langsung putus ikatannya karena memiliki satu pasang lagi elektron.
5.
Dalam molekul linier, atom-atom tertata pada suatu
garis lurus sudut yang dibentuk oleh dua ikatan ke arah atom pusat.
DAFTAR
PUSTAKA
Jemes,Brandy,E.1994.Kimia
Untuk Universitas. Jakarta : Erlangga.
Petricci,Suminar.1992.Kimia
Dasar I. Jakarta : Erlangga.
Purba,Michael.1994.Kimia
Untuk Universitas. Jakarta : Erlangga.
No comments:
Post a Comment