
LAPORAN
PRAKTIKUM

Nama : Puput Tri Hardiyanti (08101003031)
Aisyah
Septriana (08101003033)
Cinthia
Fajri (08101003035)
Ari
Fitriansyah (08101003049)
Jurusan/Kelompok : KIMIA/VIII

PERCOBAAN
: ANALISIS MELALUI
PENGENDAPAN

LABORATORIUM KIMIA DASAR
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
LAPORAN PENDAHULUAN
PRAKTIKUM KIMIA DASAR I
I.
NOMOR PERCOBAAN : VII
II.
NAMA PERCOBAAN :
ANALISIS MELALUI PENGENDAPAN
III.
TUJUAN PERCOBAAN :
1.
Mengendapkan BaCl2
dan menentukan presentase hasil BaCrO4
2.
Menentukan presentase BaCl2
dalam campuran
3.
Mendalami hukum stoikiometri
4.
Mengembangkan keterampilan
menyaring dan memindahkan endapan
IV.
DASAR TEORI
Endapan merupakan zat yang memisahkan diri dari larutan,
berfase padat,terbentuk jika larutan lewat jenuh. Suatu zat akan mengendap jika
hasil kali kelarutan ion-ionnyalebih besar dari Ksp. Kelarutan (s)
didefinisikan sebagai konsentrasi molar dari larutan jenuhnya.
Pembentukan endapan adalah salah satu teknik untuk
memisahkan analit dari zat lain, dan endapan ditentukan dengan cara ditimbang
dan dilakukan perhitungan stoikiometri. Cara ini dikenal dengan nama
Gravimetri.
Gravimetri berdasar pada reaksi berikut : aA + rR → AaRr.
Keterangan :
A = molekul analit A
R = molekul analit R
AaRr. = zat yang mengendap
Pereaksi R
berlebih biasanya untuk menekan kelarutan endapan. Keberhasilan analisa
gravimetri bergantung pada kesempurnaan proses pemisahan hingga kuantitas yang
tidak mengendap tak ditemukan (biasanya 0,1 mg) dan zat yang ditimbang
mempunyai susunan tertentu yang diketahui dan murni. (Rivai Bakti. Penuntun
Praktikum Kimia Dasar I. Hal: 32-33).
Hubungan kuantitatif suatu pereaksi dalam larutan tepat sama dengan
reaksi ini bila terjadi dimana saja. Koefisien dalam persamaan reaksi merupakan
perbandingan mol yang dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan stoikiometrinya.
Perbedaan jika ada adalah satuan laboratorium yang digunakan untuk menghitung
jumlah pereaksi. (James E Brady. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Hal: 105).
Larutan merupakan campuran homogen (serba sama) antara
zat terlarut dalam zat pelarut. Sedangkan zat terlarut merupakan zat yang terdispersi
(tersebar secara merata) dalam zat pelarut. Zat terlarut umumnya jumlahnya
lebih sedikit dalam campuran tersebut. Zat terlarut ini di sebut solut dan zat
pelarutnya umumnya berwujud cair, zat pelarut merupakan zat yang mendispersikan
komponen-komponen zat terlarut. Umumnya yang termasuk zat pelarut adalah zat
yang jumlahnya lebih banyak dalam campuran tersebut. Zat pelarut ini biasa
disebut dengan solven.
Kelarutan di definisikan sebagai konsentrasi molar dari
larutan jenuhnya. Pembentukan endapan adalah salah satu teknik untuk memisahkan
analit dari zat lain dan endapan dengan cara menimbang endapan yang terbentuk
kemudian dilakukan perhitungan stoikiometri, cara pemisahan dengan pengendapan
ini disebut dengan gravimetri dalam reaksi hasil reaksi diperoleh suatu senyawa
yang sukar larut dalam air.
Senyawa inilah disebut pengendapan. Endapan merupakan
zat yang memisahkan diri dari suatu larutan sebagai fase padat atau terbentuk
jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. Suatu zat akan
mengendap jika hasil kali ion-ionnya lebih besar dari konsepnya.
Meskipun gravimetri dapat merupakan cara pemeriksaan kimia
terhitung yang paling tua dan paling jelas urutan kerjanya namun pemakaian
terbatas dikarenakan waktu pengerjaan yang lama.
Selain itu berbagai persyaratan harus di penuhi agar
penentuan hasil yang maksimal.
Larutan eomogen
yaitu bila tidak ada perbedaan fase antara zat-zat penyusunya. Contohnya adalah
sirup dan air zat-zat penyusun dalam udara dan lain-lain.
Campuran terbagi
atas dua bagaian yang pengertian dari campuran ialah zat-zat penyusun yang
dicampurkan makin padat dipisahkan lain dengan cara-cara fisik. Pembentukan
endapan ini merupak salah satu teknik yang digunakan untuk memisahkan analit
dari gangguan zat-zat lain, dan menentukan konsentrasi analit dengan cara
menimbang endapan yang terbentuk kemudian dilakukan perhitungan stoikiometri. Cara
pemisahan dengan pengendapan itu disebut gravimetri.
Larutan merupan
zat-zat penyusun yang dicampurkan padat cair dipisahkan secara fisik lagi. Larutan
ada yang berbentuk padat, cair, gas, namun umumnya yang disebut larutan ialah
yang berupa cairan.
Campuran heterogen
adalah bila terdapat perbedaan fase antara zat-zat penyusunnya atau terdapat
bidang-bidang batas yang memisahkan fase-fase dengan sifat dan susunan yang
berbeda.
Sifat keseluruhan
dari larutan di tentukan dalam sifat zat pelarut tersebut lebih sedikit
terpengaruh oleh sifat dari zat terlarut atau solut, sifat larutan ini sangat
bergantung pada susunan atau komposisinya yang pada umumnya dinyatakan sebagai
konsentrasi dari zat yang terlarut, yang biasanya dinyatakan dalam sebagai
konsentrasi dari zat terlarut yang biasanya dinyatakan sebagai : fraksi mol,
kemolaran dari suatu zat terlarut, kemolaran zat terlarut, kenoemalan zat
terlarut, presentase zat terlarut dan keformalan suatu zat terlarut.
Dalam suatu larutan
sebenarnya terdapat dua bagian yaitu bagian atas yang berupa cairan dan bagian
bawah yang berupa endapan. Endapan sebenarnya merupakan suatu zat yang
memisahkan diri dari suatu zat larutan. Sebagai fase padat atau terbentuk jika
larutan menjadi jenuh terdapat zat yang bersangkutan.
Endapan atau
larutan yang tinggal pada kertas saringan inilah yang terdapat atau disebut filtrat.
Dalam filtrasi pengendapan zat yang ditentukan beraksi dengan zat painter dalam
bentuk senyawa yang sukar melarut dalam air karena zat ini ditentukan tersebut
berkurang selama berangsurnya proses titrasi.
Untuk disetarakan
dengan bantuan indikator atau peralatan yang sesuai sehingga cara ini
memerlukan persyaratan yang ketat. Perubahan kepekatan tersebut diamati secara
dekat. Kertas saring yang digunakan di sini adalah yang terbuat dari kertas
selulosa yang sangat murni sehingga jika diterangkan pada pengeringan hanya
akan meninggalkan sisa endapan yang murni.
Fraksi mol merupakan
pernyataan konsentrasi suatu larutan yang menyatakan perbandingan jumlah mol
zat terlarut terhadap jumlah mol total komponen larutan (jumlah mol pelarut +
jumlah mol terlarut). Farksi mol pelarut (Xp) dapat dirumuskan
sebagai berikut.
Xp = 

Keterangan :
Xp = fraksi mol zat pelarut
np = mol zat pelarut
nt = mol zat terlarut
Pengubahan fraksi mol menjadi pernyataan konsentrasi
lain (persentase, kemolalan,kemolaran) dapat langsung dilakukan dengan
memisahkan jumlah mol total larutan sebesar 1 mol, meskipun volume atau
massanya diketahui. Secara umum, pengubahan dari suatu konsentrasi ke
konsentrasi lain tidak dipengaruhi oleh volume atau jumlah larutannya. Adapun
fraksi mol zat terlarut (Xt) dapat
dirumuskan sebagai berikut :
Xt = 

Jadi jumlah nt + np = 1
Kemolalan atau
molaritas merupakan pernyataan konsep trasilarutan yang menyatakan jumlah mol
zat terlarut dalam 1 kg atau 2000 gr zat terlarut.
m =
x 


m = 

keterangan :
m = kemolalan zat
Mr = massa
relatif zat terlarut
massa = massa zat terlarut kg
P = massa
zat pelarut
Kemolalan atau molaritas dapat dirumuskan dengan :
M = 

Keterangan :
M = kemolaran atau molaritas
Mr = volume larutan
Kemolaran tidak dipengaruhi oleh syhu sehingga kemolaran
dipakai untuk menghitung sifat koligatif. (http://www.google/blog/nurhayati/gravimetri.com
: tanggal akses 18 November 2010. Pukul : 20.15).
V.
ALAT DAN BAHAN
1.
gelas piala 250 ml
2.
kertas saring whatman
3.
spatula atau kawat pengaduk
4.
pipet tetes
5.
alat pemanas
6.
gelas ukur
7.
corong
8.
neraca
9.
air suling
10.
BaCl2
11.
K2CrO4
0,2 M
VI.
PROSEDUR PERCOBAAN
![]() |
|
![]() |
VII.
TUGAS PENDAHULUAN
1.
Berikan definisi untuk
filtrasi, % komposisi, endapan, stoikiometri, supernatan, dah hasil teoritis.
Jawab :
a.
Filtrasi adalah suatu cara
untuk teknik penyaringan untuk memisahkan zat terlarut dengan pelarutnya.
b.
% komposisi adalah berat suatu
zat dalam suatu larutan yang di hitung dalam persen.
c.
Endapan adalah suatu zat yang
memisahkan diri dari larutan sebagai fase padat.
d.
Stoikiometri adalah
perbandingan massa
unsur-unsur dalam senyawanta
e.
Supernatan adalah zat atau
larutan yang ada diatas endapan.
f.
Hasil teoritis adalah hasil
perhitungan tanpa adanya suatu percobaan terlebih dahulu.
2.
Bagaimana menguji endapan telah
sempurna ?
Jawab :
Dengan cara menghitung bobot endapan agar dapat
menentukan apakah telah sempurna atau belum.
3.
Apa yang terjadi jika endapan
tidak sempurna ?
Jawab :
Masahnya adalah akan terjadi kuantitas pada partikel
tersebut.
4.
Apa yang anda lakukan jika
partikel endapan terlihat dalam filtrat ?
Jawab :
Yang harus dilakukan adalah memisahkan dengan cara
pengendapan jika partikel endapan terlihat.
VIII. DATA HASIL PENGAMATAN
Gelas piala = 60,562 gram
Kertas saring whatman = 0,267 gram
Kertas saring + endapan = 1,715 gram
IX.
REAKSI DAN PERHITUNGAN
A.
Reaksi
BaCl2
+ K2Cr04 → BaCr04 + 2KCl
B.
Perhitungan
Diket
: W BaCr04 teori = 0,5 g → W BaCl2
= 0,5 g
Mr
BaCr04 = 60,562 g/mol
W
kertas saring = 0,267 g
W
endapan + kertas saring = 1,715 gram
Jawab
:
W BaCr0
= (w endapan + w kertas saring) – w kertas saring
= 1,715 g – 0,267 g
= 1,448 g
mol BaCl2 = mol
BaCr04
mol BaCr04 =
=
= 0,023 mol


% hasil =
x 100 %

=
x 100 %

= 289,6 %
% kesalahan =
x 100 %

=
x 100%

= 189,6 %
X.
PEMBAHASAN
Pada percobaan analisis melalui pengendapan ini ketelitian dan ketepatan
sangat diperlukan karena untuk menghasilkan percobaan yang berhasil. Tetapi
pada percobaan ini persen kesalahan relatif besar. Kesalah pada kali adalah
pada saat ingin memasukan atau meletakkan ke panas air. Sebab cara yang tidak tepat
yang menyebabkan kertas saringan yang di atasnya terdapat endapan menjadi
sedikit hangus. Kesalahan ini mungkin
karena kurang teliti.
Percobaan analisis melalui pengendapan ini menggunakan
larutan K2Cr04 fungsi dari larutan ini dimana untuk
membuktikan ada atau tidaknya endapan BaCr04 yang akan dihasilkan,
setelah larutan K2Cr04
tersebut ditambahkan atau dicmpur dengan larutan BaCl2 dan air
suling. Sedangkan fungsi dari penyaringan ini untuk mengendapkan larutan BaCr04
yang telah sempurna.
Pada percobaan ini adapun fungsi dari pemanasan analisis
melalui pengendapan untuk mengendapkan BaCr04 secara murni. Kemudian
fungsi dari timbangan yang kita pakai pada percobaan ini untuk menimbang berat
dari larutan yang akan di uji pada percobaan.
Endapan pada percobaan ini zat yang memang memisahkan
diri dari larutan, fase padatan, terbentuk jika lewat jenuh supernata cairan yang
tepat berada di atas endapan. Kelarutan banyaknya zat terlarut (jumlah
maksimum) yang diperlukan untuk membentuk larutan jenuh.
Sedangkan filtrasi pada percobaan ini proses penyaringan
yang memisahkan diri dari larutan yang mengalami pengendapan. Analisa yang
digunakan pada percobaan ini analisa kuantitatif dimana analisa ini di dasarkan
pada perhitungan. Analisa kuantitatif ini di bagi 2 di mana ada analisa
volumetric yang berdaarkan volume dan juga gravimetric yang berdasarkan pada
gram.
Pada percobaan ini berwarna kuning pada K2Cr04
karena Cr golongan transisi (VIB) yang pada kulitnya tidak terisi penuh karena
adanya perpindahan elektron serta Cr memiliki warna khas.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan diantaranya
suhu, luas penampang, jumlah zat pelarut, tekanan dan konsentrasi. Semakin
tinggi suhu maka akan semakin cepat larut. Apabila luas penampang dari suatu
zat kecil maka akan semakin cepat larut dan jika luas penampang besar maka
kelarutan akan semakin sukar larut. Semakin besar tekanan maka akan semakin cepat
suatu kelarutan. Bila konsentrasi besar maka akan semakin cepat juga suhu
kelarutan.
Sifat zat pelarut polar dengan pelarut polar bisa larut.
Begitu juga jika pelarut nonpolar dengan pelarut nonpolar juga bisa larut. Hal
itulah yang dinamakna like dissolve like yang artinya suka dengan sesame
jenisnya. Yang menyebabkan bisa larut karena adanya ikatan hydrogen. Dikatakan
polar karena ada ikatan hydrogen.
Berdasarkan Ksp nya kita dapat meramalkan terjadinya
atau tidaknya endapan dalam suatu larutan dengan membandingkan hasil kali
kelarutan (Ksp) dengan hasil kali konsentrasi ion-ionnya. Apabila Ksp sama
dengan hasil kali konsentrasi dinamakan larutan tepat jenuh. Cirri-cirinya
terdapat sedikit endapan. Apabila Ksp lebih kecil dari hasil kali konsentrasi
dinamakan larutan belum jenuh. Cirri-cirinya tidak terbentuk endapan. Apabila
Ksp lebih besar dari hasil kali konsentrasi dinamakan larutan lewat jenuh.
Cirri-cirinya terdapat endapan banyak.
XI.
KESIMPULAN
1.
Suatu zat dikatakan mengendap
jika hasil kali kelarutan ion-ion lebih besar dari Ksp nya.
2.
Penyaringan dilakukan agar
dapat endapan yang sempurna.
3.
terjadinya endapan apabila
salah satu atau keduanya adalah bahan yang sukar larut di dalam air.
4.
Endapan merupakan zat yang
memisahkan diri dari larutan, fase padatan, terbentuk jika lewat jenuh.
5.
Apabila dalam larutan kalium
klorida dilarutkan atau direaksikan dengan larutan kalium kromat akan
menghasilakan endapan barium kromat berwarna kuning.
DAFTAR PUSTAKA
Bakti,Rivai dkk.2010.Penuntun
Praktikum Kimia Dasar I.Indralaya:Universitas Sriwijaya
Brady,James E.1999.Kimia Universitas Asas dan Struktur.Jakarta:Binarupa
Aksara
Nurhayati.gravimetri.http://www.google/blog/nurhayati/gravimetri.com
: tanggal akses 18 November 2010. Pukul : 20.15
GAMBAR ALAT



Spatula Alat Pemanas Neraca
analitik



Kertas
Saring Whatman
Corong


X1V .MSDS BAHAN
A..SIFAT FISIKA 1. BENTUK kristal
2.tidak berwarna
3.Titik lebur 960
c
4.Densital pada
suhu 20 c 3,10 kg/<
5.tidak berbau
B.SIFAT KIMIA
1.merupakan garam
organik
2.mudah larut dalam air
3.di gunakan dalam zat aditif untuk pelumar
4.beracun
5.tidak bereaksi dengan udara
C.MSDS K2Cro4
A.SIFAT FISIKA DAN
KIMIA
1.nama bahan : Kalium kromat
2.rumus molekul
: K2CRO4
3.pemerian
: masa hablur/serbuk berwarna kuning
4.Kelarutan
: sangat mudah larut dalam air yang membentuk larutan jernih
5.kegunaan
:sebagai larutan indikator
D.MSDS AIR SULING
A.SIFAT FISIKA DAN KIMIA
1.rumus molekul : H2O
2.berat molekul
: 18 gr/mol
3.bentuk fisik
: cairan tidak berwarna dan tidak berbau
4.titik beku
: 0 c
5.titik didih
: 100 c
6.ph
: 7
No comments:
Post a Comment