HUkum
kekekalan energi
I.
TUJUAN
1.
Menjelaskan dan memahami asal mula
konservasi energi
2.
Mengetahui nama-nama ilmuan dalam
sejarah konservasi energi
3.
Mengetahui dan memahami penemuan faraday
4.
Mengetahui
tentang teori undulatory cahaya dan panas
5.
Mengetahui dan
memahami tentang Doktrin Yong dan Frensel
6.
Menjelaskan
pembuktian akan kebenaran mengenai konservasi energi menurut Count Rumford and
Humphry Davy
7.
Memahami pemikiran menurut ahli filsafat
Perancis Sadi Carnot
8.
Menjelaskan pemikiran menurut Rumford
dan Davy
9.
Mengetahui pemikiran menurut Colding
10.
Mengetahui dan menjelaskan pemikiran
menurut Mohr
11.
Memahami pemikiran menurut Dr. Julius
Robert Mayer
12.
Menjelaskan tentang Karangan Mayer pada tahun
1847
13.
Memahami pendapat Helmholtz menyebutkan tentang
"Konservasi gaya”
14.
Mengetahui sejarah mengenai James Prescott Joule
15.
Mengetahui nama-nama ilmuan yang
merumuskan tentang hukum kekalan energi
16.
Membuktikan bagaimana cara James
Prescott Joule merumuskan Hukum kekekalan energi
17.
Memahami
penemuan Sir William Thomson mengenai efek Joule-Thomson
18. Menjelaskan bahwa Konversi 1 joule adalah sama dengan
107 erg.
19.
Menjelaskan bagaimana percobaan James
Prescott Joule tentang kalor merupakan bentuk transfer energi
20.
Mengetahui dan memahami hubungan antara
kalor dan usaha
21.
Mengetahui pengertian usaha, energi, dan
kalor
22.
Membuktikan bagaimana cara William
Thomson merumuskan hukum kekekalan energi
23.
Menjelaskan tentang Hukum termodinamika
pertama dan Hukum termodinamika kedua
II.
PETA KONSEP
III.
PEMBAHASAN
3.1 Asal
Mula Konservasi Energi
Kita
telah mengetahui pada tahun 1831 Faraday
telah memperkenalkan bidang listrik magnet. Pada percobaan sebelumnya ia telah
menemukan bahwa arus listrik dapat menghasilkan sifat kemagnetan, kemudian di
percobaan berikutnya ia menunjukkan bahwa magnet memiliki kekuatan dalam
keadaan tertentu untuk menghasilkan listrik. Ia telah membuktikannya, dan
memang benar adanya hubungan antara listrik dan sifat kemagnetan. Ia kemudian
menujukkan bahwa seluruh bagian, baik banyak ataupun sedikit akan dipengaruhi
oleh gaya magnet, dan bahkan cahaya dapat dipengaruhi oleh magnet contohnya
pada fenomena polarisasi. Ia yakin bahwa ia telah melengkapi segala sesuatu
yang berhubungan dengan kelistrikan secara keseluruhan, konvertibilitas listrik
dan aksi kimia.
Kemudian
ia menghubungkannya dengan cahaya, afinitas kimia, sifat kemagnetan, dan
kelistrikan. Dan lebih jauh, ia mengetahui sepenuhnya bahwa tak seorangpun
dapat memproduksi kekuatan (energi) dan menyediakan satu sama lain sampai
kapanpun. “ Tidak di tempat manapun”
katanya. “ Apakah mungkin ada energi
yang tercipta dengan sendirinya tanpa adanya suatu pemasok yang cocok untuk menyediakannya.”
Ketika Faraday menulis kata-kata ini pada tahun 1840 ia telah membuka awal baru
melalui gagasan sederhana namun memilki arti yang sangat besar dari pada
sesuatu yang telah ia rumuskan sebelumnya. Ia melihat sebuah kebenaran besar
tanpa sepenuhnya menyadari pentingnya hal ini bagi kehidupan manusia
kedepannya.
Gagasan
menakjubkan yang Faraday kemukakan ini nyaris tidak disadari sebagian besar
orang dan ini merupakan sebuah kebenaran dan setelah keluarnya pernyataan ini,
gagasan yang dibuatnya ini kemuadian dikenal sebagai sebagai doktrin dari
“konservasi energi”, hukum yang menyatakan pengubahan energi dai satu bentuk ke
bentuk lainnya tidak akan pernah terjamin dalam suatu kuantitas yang sama, atau
singkatnya “untuk menciptakan atau memusnahkan energi adalah suatu
ketidakmungkinan, dan seluruh fenomena dari materi di alam semesta terbentuk
dari transformasi energi.
Beberapa
ahli filsafat berpikir bahwa gagasan menakjubkan yang dikemukakan faraday
pernah dipikirkan oleh manusia sebelumnya. Jadi boleh dikatakan, ini merupakan
satu dari pemikiran terbesar yang merupakan dasar dan sebuah petunjuk yang
terjadi dalam abad ke-19. Gagasan menakjubkan Faraday pada waktu itu, sebenarnya merupakan hal yang
terpisah dari apa yang ditelitinya, dan sudah dapat dikategorikan sebagai suatu
pencapaian yang luar biasa bila kita bandingkan
perkembangan ilmu pada masa itu dengan masa sekarang, dan sudah
sepatutnya kita menghargainya, sebab pemikiran seluas ini tidak seluruhnya
dimiliki oleh sebagian besar orang.
Sebenarnya bukan hanya Farday yang
memikirkan hal ini, sebagian lainya juga sudah pernah memikirkan hal ini
sebelumnya namun mereka belum bisa menyatakannya secara langsung, orang-orang
yang terlibat dalam teori undulatory cahaya dan panas hampir menyatakannya.
Doktrin Yong dan Frensel merupakan jalan utama yang mengarahkan pada masalah
konservasi. Disamping itu Fenomena elektromagnetik juga telah membantu
mengarahkan pada masalah konservasi energi. Tapi dari semua ini belum
benar-benar dapat membantu mengarahkan pada sebuah tujuan yang sama, yaitu
masalah konservasi namun hal ini justru mengarah ke sub bidang ilmu lain dari
fisika.
a.
Count Rumford and Humphry Davy
Energi panas, tidak mampu dibuat,
melainkan bentuk dari suatu transformasi energi.
Untuk membuktikan kebenaran mengenai konservasi energi ini, pad abad
ke-18 Count Rumford and Humphry Davy
menunjukkan, kerja mungkin diubah
kedalam bentuk panas, dan penafsiran yang benar dari fakta ini berarti
transormasi dari molar menjadi gerakan intro molekular. Kita dapat sepenuhnya
ragu dengan perkiran dua lelaki jenius ini, karena masih belum ada kejelasan,
belum ada data yang dapat menunjukkan kebenaran pemikiran mereka, seharusnya
ada hubungan yang erat antara jumlah molar dan gerakan molekular, sebab itu
masing-masing dari mereka memandang persoalan ini melalui hukum mechanical equivalent of heat. Tapi
keduanya masih tidak mampu membuktikan pemikaran yang mereka nyatakan sendiri,
hingga akhirnya hilang begitu saja.
b.
Sadi
Carnot
Pada
1824, ahli filsafat Perancis Sadi Carnot menyatakan hal yang sama namun dalam
konteks yang berbeda dengan Count Rumford dan Humphry Davy, ia yakin bahwa
pasti kuantitas dari kerja dapat diubah kedalam kuantitas yang pasti pula dalam
bentuk panas, baik dalam jumlah yang banyak ataupun sedikit. Sama seperti
peneliti sebelumnya, Carnot tidak dapat membuktikan keyakinannya atas
pemikirannya mengenai konservasi energi, ia masih menyatakannya dalam bentuk
“faktor-faktor berubah yang dapat
diperhitungkan”, tapi ia tidak mampu memberi alasan dengan jelas hubungannya
dengan energi mekanik.
c.
Rumford
dan Davy
Pada
tahun 1840, muncul seorang yang benar-benar meneliti kembali hasil pemikiran
Rumford dan Davy setelah keduanya meninggalkan pemikiran yang mereka buat
sendiri dan kemudian berhasil menyelesaikannya dalam bentuk yang rumit. Rumahnya
di Manchester, England , ia bekerja di sebuah pabrik. Ia adalah teman dan murid
dari ilmuan besar Dr. Dalton. Namanya James Prescott Joule.
Dari
hasil demonstrasi yang dilakukan joule ada sebuah kakuratan dan kesamaan mutlak
antara “mechanical work” dan panas
tanpa memperhatikan bentuk perwujudan
gerakan molar, dan dapat menghasilkan sebuah kepastian dan terukur jumlah dari
panasnya. Joule menemukan, sebagai contoh, permukaan lautan di Manchester
adalah setinggi 707 kali, dengan tinggi air yang hanya dua kaki dapat
mengahsilkan cukup panas untuk menaikkan suhu dari satu pound air dalam satu
derajat fahrenheit. Jika panas tidak dapat diciptakan namun hanya dapat ditranformasikan dalam bentuk yang lain, maka
tidak harus dalam bentuk jenis yang sama, misalnya dalam bentuk energi cahaya,
energi listrik, energi magnet yang kesemuanya itu memiliki hubungan yang erat
dan saling terkait anatara satu dengan yang lain, sehingga antara satu dengan
lainnya dapat saling bertransformasi dengan panas. Semua analogi tersebut
nampakanya menuju pada suatu kesimpulan yang benar, seluruh eksperimen yang
dilakukanpun nampakanya mendukung. Hukum
setara mekanika panas kemudian menjadi kunci utama dari hukum terbesar, hukum
kekekalan energi.
Namun
sebelum Joule bereksperimen dengan transformai panas, seorang berkebangsaan Denmark telah mempelajarinya terlebih dahulu, seorang
ahli filsafat Kopenhagen, Colding namanya telah mendapat ide yang sama dan
telah mempertunjukkannya. Dan masih di era yang sama di negara Jerman, 3 orang
ilmuan yang telah terlebih dahulu melakukannya dari Joule dan Colding hampir
mampu menunjukkan kebenaran dari hukum ini, namun sayangnya mereka belum dapat
memaparkan secara jelas dan tidak mampu mempertunjukkannya. Nama dari ketiga
orangan jerman itu adalah Mohn, Mayer, dan Helmothz. Mereka bertiga telah
berjasa besar memberikan doktrin terhadap konservasi energi yang saat ini
tengah menjadi perhatian kita.
d.
Mohr
Pada
1837 pemikir asal Jerman ini, Mohr, telah memahami kebenaran yang sebenarnya,
dan menyataknnya dalam sebuah artikel “Zeitschrift fur Physik” dan lain
sebagainnya. Tapi artikel-artikel ini tidak menarik perhatian sama sekali bagi
orang-orang pada saat itu, bahkan dari negara Mohr sendiri. Namun Mohr masih
mendapatkan penghargaan atas usahanya dalam memecahkan masalah konsevasi energi
dan berani mengungkapkannya , dan mungkin belum pernah ada orang yang memikirkan masalah ini sejauh
dirinya dan berhasil menemukan kebenaran sesungguhnya sejelas seperti yang ia
dapatkan, meskipun ia idak berhasil menunujukkan validitasnya, namun hal itu
tidak perlu dipermasalahkan.
e.
Dr.
Julius Robert Mayer
Lima
tahun setelahnya, pada 1842 Dr. Julius Robert Mayer, seorang dokter praktik di
kota kecil heilborn, di jerman, menerbitkan makalah di Liebig Annalen “The
Forces of Inorganic Nature," yang isinya tidak hanya mengenai teori
mekanika panas saja, tetapi juga doktrin untuk kekekalan energi yang
secara eksplisit berhasil ia ungkapkan.
Dua
tahun sebelumnya, ketika ia menjadi ahli bedah di sebuah kapal Hindia Belanda
yang tengah menjelajahi daerah tropis , ia mengamati bahwa darah vena pasien tampak lebih
merah dari darah vena yang biasanya diamati di daerah beriklim iklim sedang. Dia
merenungkan fakta yang tampaknya tidak berarti ini, dan akhirnya ia menemukan kesimpulan bahwa
penyebabnya oksidasi yang lebih rendah dari oksidasi yang dipelukan untuk menjaga suhu tubuh di
daerah tropis. Melalui refleksi ini dengan menganalogikan tubuh sebagai mesin yangbergantung
pada kekuatan luar agar meiliki kemampuan untuk
melakukan suatu hal, dan pada akhirnya ia menemukan pendapat yang bebas
untuk “mechanicaltheory of heat”.
v Karangan Mayer pada 1847
Pada tanggal 23 Juli di
tahun 1847, Helmholtz menyebutkan "Konservasi
gaya " pada Physical Society. Kata "Gaya", yang dimaksud Helmholtz
disini setara dengan istilah modern yang sering digunakan saat ini
"energi." Kalimat ini ternyata diterima dengan sangat baik oleh
Masyarakat, tapi Helmholtz terpaksa menerbitkannya sebagai pamflet setelah
Poggendorff menolak Annalen-nya (sejenis jurnal fisika yang diterbitkan
pada masa lampau) karena dianggap terlalu spekulatif.
Helmholtz merangkum
kesimpulan dalam esainya sebagai berikut :
Tidak mungkin untuk menurunkan jumlah tak terbatas dari kekuatan mekanik
(energi) meskipun dengan cara apapun termasuk mengkombinasikannya sedimikian
rupa secara alamiah.
3.2 James
Prescott Joule Dan Hukum Kekekalan Energi
James Prescott Joule, seorang ilmuwan Inggris yang
namanya diabadikan menjadi satuan energi Joule ini lahir di Salford, Lancashire,
Inggris pada 24 Desember 1818. James Prescott Joule merumuskan Hukum Kekekalan
, yaitu "Energi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan." Ia
adalah anak seorang pengusaha bir yang kaya raya, namun sedikitpun ia tidak
pernah merasakan pendidikan di sekolah hingga usia 17 tahun. Hal ini disebabkan
karena sejak kecil ia selalu sakit-sakitan akibat luka di tulang belakangnya.
Sehingga, ia terpaksa hanya tinggal di rumah sepanjang hari.
Karena itu, ayahnya sengaja mendatangkan guru privat
ke rumahnya dan menyediakan semua buku yang diperlukan Joule. Tidak hanya itu,
ayahnya bahkan menyediakan sebuah laboratorium khusus untuk Joule. Meskipun
begitu, Joule tidak hanya mengandalkan pelajaran yang ia dapatkan dari guru
privatnya. Joule tetap berusaha belajar sendiri sehingga sebagian besar
pengetahuan yang dimilikinya diperoleh dengan cara belajar sendiri. Namun, ada
satu pelajaran yang cukup sulit dipahaminya, yaitu Matematika. Setelah berusia
17 tahun Joule baru bersekolah dan masuk ke Universitas Manchester dengan
bimbingan John Dalton, seorang ahli kimia Inggris yang begitu terkenal.
Joule dikenal sebagai siswa yang rajin belajar, rajin
bereksperimen, dan juga rajin menulis buku. Bukunya yang berjudul Tentang Panas
yang Dihasilkan oleh Listrik terbit pada tahun 1840 saat ia berusia 22 tahun.
Tiga tahun kemudian tepatnya pada tahun 1843 bukunya mengenai ekuivalen mekanik
panas terbit. Lalu, empat tahun berikutnya (1847) ia juga menerbitkan buku
mengenai hubungan dan kekekalan energi. Buku-buku hasil karyanya tersebut
begitu menarik perhatian Sir William Thomson atau dikenal dengan nama Lord
Kevin. Sehingga, akhirnya Joule bekerja sama dengan Thomson dan menemukan efek
Joule-Thomson. Efek tersebut merupakan prinsip yang kemudian dikembangkan dalam
pembuatan lemari es. Efek tersebut menyatakan bahwa apabila gas dibiarkan
berkembang tanpa melakukan kerja ke luar, maka suhu gas itu akan turun. Selain
itu, Joule yang sangat taat kepada agama juga menemukan hukum kekekalan energi
bersama dengan dua orang ahli fisika dari Jerman, yaitu Hermann von Helmholtz
dan Julius Von Mayer. Hukum kekekalan energi yang mereka temukan menyatakan
bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat
berubah bentuk menjadi energi listrik, mekanik, atau kalor.
Ia adalah seorang yang hobi fisika. Dengan percobaan
ia berhasil membuktkan bahwa panas (kalori) tak lain
adalah suatu bentuk energi. Dengan demikian ia berhasil mematahkan teori
kalorik, teori yang menyatakan panas sebagai zat alir. Joule (simbol J) adalah
satuan SI untuk energi dengan basis unit kg.m2/s2. Nama joule diambil dari
penemunya James Prescott Joule. Joule disimbolkan dengan huruf J. Istilah ini
pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Mayer of Heilbronn.
Joule diambil dari satuan unit yang didefinisikan
sebagai besarnya energi yang dibutuhkan untuk memberi gaya sebesar satu Newton
sejauh satu meter. Oleh sebab itu, 1 joule sama dengan 1 newton meter (simbol:
N.m). Selain itu, satu joule juga adalah energi absolut terkecil yang
dibutuhkan (pada permukaan bumi) untuk mengangkat suatu benda seberat satu
kilogram setinggi sepuluh sentimeter. Definisi satu joule lainnya yaitu pekerjaan yang
dibutuhkan untuk memindahkan muatan listrik sebesar satu coulomb melalui
perbedaan potensial satu volt, atau satu coulomb volt (simbol: C.V). 1 joule
juga dapat didefinisikan sebagai pekerjaan untuk menghasilkan daya satu watt
terus-menerus selama satu detik, atau satu watt sekon (simbol: W.s).
Konversi 1 joule adalah sama dengan 107 erg.
1 joule mendekati sama dengan: 6.241506363x1018 eV
(elektron volt), 0.239 kal (kalori), 2.7778x10-7 kwh (kilowatt-hour),
2.7778x10-4 wh (watt-hour), atau 9.8692x10-3 liter-atmosfer. Berkat
penemuan-penemuannya Joule menerima Medali Emas Copley, menjadi anggota Royal
Society –sebuah Lembaga Ilmu Pengetahuan Inggris yang pernah dipimpin Newton
selama 25 tahun. Selain itu, Joule juga menjadi Presiden Asosiasi Kemajuan Ilmu
Pengetahuan di Inggris.
PERCOBAAN JAMES
PRESCOTT JOULE
Kalor
mengalir dengan sendirinya dari suatu benda yang suhunya lebih tinggi ke benda
lain dengan suhu yang lebih rendah. Satuan kalor yang masih umum dipakai sampai
saat ini yaitu kalori.
Satu
kalori didefinisikan sebagai kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 gram
air sebesar 1°C. Terkadang satuan yang digunakan adalah kilokalori (kkal)
karena dalam jumlah yang lebih besar, di mana 1 kkal = 1.000 kalori. Satu
kilokalori (1 kkal) adalah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg air
sebesar 1 °C.
Pada tahun 1800-an, seorang ilmuwan dari
Inggris, James Prescott Joule (1818 - 1889) melakukan sejumlah percobaan yang
penting untuk menetapkan pandangan bahwa kalor merupakan bentuk transfer
energi. Percobaan ini membuktikan bahwa apabila suatu bentuk energi diubah
menjadi bentuk energi lain, maka tidak ada energi yang musnah. Salah satu
bentuk percobaan Joule ditunjukkan secara sederhana seperti pada gambar di atas.
Inilah percobaan Joule yang paling
terkenal, yang pada dasarnya tidak akan melibatkan arus listrik. Peralatannya
terdiri atas roda jantera kuningan yang memutar air didalam wadah tembaga. Roda
jantera diputar oleh sebuah beban yang dijatuhkan. Ketika jatuh, beban tadi
memiliki energi mekanis atau gerak. Joule menjatuhkan beban tadi berkali –
kali. Mekanisme kerja alatnya adalah pada waktu jatuh, beban memutar roda
jantera dan mengaduk air. Setiap kali beban jatuh, suhu air akan naik. Jumlah
kenaikannya bergantung pada jarak beban yang dijatuhkan. Hal ini membuktikan
bahwa energi gerak beban yang dijatuhkan. Hal ini membuktikan bahwa energi
gerak beban yang dijatuhkan berubah menjadi energi panas dalam air. Kenaikan
suhu yang sama juga bisa diperoleh dengan memanaskan air di atas kompor. Joule
menentukan bahwa sejumlah kerja tertentu yang dilakukan selalu ekivalen dengan
sejumlah masukan kalor tertentu. Secara kuantitatif, kerja 4,186 joule (J)
ternyata ekivalen dengan 1 kalori (kal) kalor. Nilai ini (4,186 J = 1 kal)
dikenal sebagai tara kalor mekanik.
Dari hasil percobaannya dengan tujuan
untuk menentukan kesetaraan antara kalor dan energi, Joule menyimpulkan
hubungan antara kalor dan usaha yaitu sebagai berikut :
a.
Kalor merupakan suatu bentuk energi yang
dapat berpindah dari lingkungan ke suatu sistem atau sebaliknya karena ada
perbedaan suhu antara suatu sistem dengan lingkungannya. tanpa pengaruh dari
luar, kalor akan selalu berpindah dari suhu yang lebih tinggi ke suhu yang
lebih rendah. Misalnya, perpindahan kalor saat pendinginan sebuah mesin
kendaraan.
b.
Usaha juga merupakan suatu bentuk perpindahan
energi melalui gaya yang dilakukan sistem pada lingkungan atau sebaliknya
dimana titik tangkap gaya mengalami perpindahan. Misalnya, usaha pada beban
yang bergerak ke bawah.
Pada
percobaan Joule tersebut, terjadi kenaikan suhu air yang dapat disebabkan oleh
adanya aliran kalor akibat usaha yang dilakukan. Perubahan suhu air, tentu akan
menyebabkan perubahan energi kinetik partikel – partikel air dan pada akhirnya
akan mengakibatkan perubahan energi dalam air. Energi dalam didefinisikan
sebagai jumlah total energi kinetik partikel – partikel zat dalam suatu sistem.
3.3 THOMSON DAN HUKUM KEKEKALAN ENERGI
William
Thomson lahir di Belfast, Irlandia, pada tanggal 26 Juni 1824. Dia adalah anak
ke-4 dari tujuh bersaudara, anak James Thomson, guru dan penulis buku pelajaran
matematika. William dan saudaranya yang lebih tua, James, sangat berbakat.
Keduanya masuk Universitas Glasgow pada usia 10 dan 11 tahun. Tahun 1846, saat
berusia 22 tahun, Thomson menjadi profesor dalam ilmu fisika (dulu disebut
filsafat alam) di Universitas Glasgow.
Tahun
1847, untuk pertama kalinya Thomson mendengar karya James Joule mengenai
hubungan panas dan gerak mekanis. Asas penyimpanan tenaga dalam karya Joule
kelak dikenal sebagai Hukum Termodinamika Pertama. Meskipun Joule diakui sebagai
penemu utama termodinamika, Thomsonlah yang "memantapkan termodinamika
menjadi disiplin ilmu yang resmi dan merumuskan hukumnya yang pertama dan kedua
dengan terminologi yang tepat."
v Hukum Termodinamika pertama
Hukum
Termodinamika Pertama menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun
dimusnahkan, tetapi bentuknya dapat diubah. Artinya, jumlah tenaga/zat di alam
semesta adalah tetap. "Hukum ini secara meyakinkan mengajarkan bahwa alam
semesta tidak menciptakan diri sendiri! Struktur alam semesta sekarang adalah
hasil konservasi, bukan inovasi sebagaimana dinyatakan oleh teori
evolusi."Tahun 1851, Thomson menerbitkan tulisan berjudul "On the Dynamical Theory of Heat",
yang mendukung teori Joule mengenai panasdan gerak. Tulisan ini merupakan langkah
penting dalam prosesperpaduan bagian fisika yang terpisah-pisah. Karya ini juga
memuat Hukum Termodinamika Kedua versi Thomson. (Tanpa diketahui Thomson,tahun
sebelumnya, ahli fisika Jerman, R.J.E. Clausius sudah mengajukan hukum yang
sama dengan Hukum Termodinamika Kedua versi Thomson.).
v Hukum Termodinamika Kedua
Hukum Kedua Termodinamika juga disebut Hukum Peluruhan
Energi. Asasuniversal yang mendasari hukum ini menunjukkan bahwa semua
sistem,jika tidak diprogram sebelumnya atau tidak diatur dengan tepat,cenderung
berubah dari keadaan teratur menjadi tidak teratur. Inimenunjukkan bahwa secara
keseluruhan, alam semesta berprosesterus-menerus menuju kondisi di mana
pengaturan semakin berkurang.Ringkasnya, hukum termodinamika menunjukkan bahwa "jumlah
tenaga dialam semesta tidak berubah, tapi tenaga yang ada senantiasa
berkurang."
Energi disipasi adalah energi yang hilang dalam suatu
sistem. Hilang
dalam arti berubah menjadi energi lain yang tidak menjadi tujuan suatu sistem. Contohnya,
energi panas yang timbul akibat gesekan, Energi listrik yang terbuang akibat
adanya hambatan pada kawat penghantar.Energi panas pada trafo. trafo itu dikehendaki untuk mengubah tegangan.
Namun pada kenyataan timbul panas pada trafo. Panas ini dapat dianggap energi
disipasi.
IV.
PERTANYAAN
1. Apakah hubungan antara hukum
kekekalan energi dengan konservasi
energi?
Jawab :
konservasi energi merupakan nama
lain dari kekekalan energi yang
menyatakan bahwa “energi tidak
dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat diubah menjadi
bentuk energi lainnya”. Jadi jelas bahwa hukum kekekalan energi merupakan
nama lain dari konservasi energi.
2. Apakah hubungan hukum kekekalan
energi dengan hukum ke-2 termodinamika?
Jawab :
Hukum
Kedua Termodinamika juga disebut Hukum Peluruhan Energi. Asas
universal yang mendasari hukum ini menunjukkan bahwa
semua sistem,jika tidak diprogram sebelumnya atau tidak diatur dengan
tepat,cenderung berubah dari keadaan teratur menjadi tidak teratur.
Inimenunjukkan bahwa secara keseluruhan, alam semesta berproses
terus-menerus menuju kondisi di mana pengaturan semakin
berkurang. Ringkasnya, hukum termodinamika menunjukkan bahwa "jumlah tenaga
dialam semesta tidak berubah, tapi tenaga yang ada senantiasa
berkurang." Energi yang ada
didunia ini tidak pernah habis tetapi kemungkinan jumlah tenaga yang tersisa
akan berkurang karena telah digunakan sebagai usaha (kerja). Dalam
termodinamika contohnya, kita mengenal mesin kalr yang memiliki reservoir panas
dan dingin untuk keluar masuknya suhu, kemudian akan ada saluran khusus
pembuangan untuk hasil kerja yang telah digunakan. Dalam hal ini, mesin kalor
dapat kita analogikan sebagai alam semesta yang memiliki isi dan segala
sesuatunya yang sebenarnya menggunakan energi sebagai kerja yang akan
dilakukan. Energi tersebut bis berupa dari siklus – siklus disekitar
lingkungannya, tetapi mungkin tidak akan memiliki jumlah satuan energi yang
sama karena adanya proses pembuangan seperti evaporasi(penguapan), dan lain
sebagainya.
3. Sebutkan aplikasi dari kalor yang
merupakan bentuk hasil dari transfer energi!
Jawab :
aplikasinya
dalam kehidupan sehari – hari adalah




4. Siapa sajakah tokoh yang menemukan
hukum kekekalan energi sebelum James Presscout Joule ?
Jawab :
Tokoh
– tokoh yang menemukan dan memikirkan tentang teori hukum kekekalan energi
adalah :




5. Dimanakah letak sistem kekekalan
energi yang terdapat pada percobaan James Presscout Joule ?
Jawab :
Pada tahun 1800-an, seorang ilmuwan dari
Inggris, James Prescott Joule (1818 - 1889) melakukan sejumlah percobaan yang
penting untuk menetapkan pandangan bahwa kalor merupakan bentuk transfer
energi. Percobaan ini membuktikan bahwa apabila suatu bentuk energi diubah
menjadi bentuk energi lain, maka tidak ada energi yang musnah. Inilah percobaan
Joule yang paling terkenal, yang pada dasarnya tidak akan melibatkan arus
listrik. Peralatannya terdiri atas roda jantera kuningan yang memutar air
didalam wadah tembaga.
Roda jantera diputar oleh sebuah beban
yang dijatuhkan. Ketika jatuh, beban tadi memiliki energi mekanis atau gerak.
Joule menjatuhkan beban tadi berkali – kali. Mekanisme kerja alatnya adalah
pada waktu jatuh, beban memutar roda jantera dan mengaduk air. Setiap kali
beban jatuh, suhu air akan naik. Jumlah kenaikannya bergantung pada jarak beban
yang dijatuhkan. Hal ini membuktikan bahwa energi gerak beban yang dijatuhkan.
Hal ini membuktikan bahwa energi gerak beban yang dijatuhkan berubah menjadi
energi panas dalam air. Kenaikan suhu yang sama juga bisa diperoleh dengan
memanaskan air di atas kompor. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa energi
mekanik dari benda yang dijatuhkan akan menghasilkan energi panas yang pada
akhirnya akan menaikkan suhu pada termometer.
6. Apakah kesimpulan dari hasil
percobaan yang dilakukan oleh James Precout Joule?
Jawab :
Dari hasil percobaannya dengan
tujuan untuk menentukan kesetaraan antara kalor dan energi, Joule menyimpulkan
hubungan antara kalor dan usaha yaitu sebagai berikut :
a.
Kalor merupakan suatu bentuk energi yang
dapat berpindah dari lingkungan ke suatu sistem atau sebaliknya karena ada
perbedaan suhu antara suatu sistem dengan lingkungannya. tanpa pengaruh dari
luar, kalor akan selalu berpindah dari suhu yang lebih tinggi ke suhu yang
lebih rendah. Misalnya, perpindahan kalor saat pendinginan sebuah mesin
kendaraan.
b.
Usaha juga merupakan suatu bentuk
perpindahan energi melalui gaya yang dilakukan sistem pada lingkungan atau
sebaliknya dimana titik tangkap gaya mengalami perpindahan. Misalnya, usaha
pada beban yang bergerak ke bawah.
7.
Mengapa
hukum kekekalan energi juga disebut sebagai hukum termodinamika 1 ?
Jawab :
Hukum
Termodinamika Pertama menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun
dimusnahkan, tetapi bentuknya dapat diubah. Artinya, jumlah tenaga/zat di alam
semesta adalah tetap. "Hukum ini secara meyakinkan mengajarkan bahwa alam
semesta tidak menciptakan diri sendiri! Struktur alam semesta sekarang adalah
hasil konservasi, bukan inovasi sebagaimana dinyatakan oleh teori evolusi.
V.
DAFTAR PUSTAKA
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Kekekalan_energi
(online) 09 Mei 2012
3. http://haqiqie.wordpress.com/2007/12/31/hukum-kekekalan-energi-yang-kekal-dan-yang-abadi/ (online) 09
Mei 2012
5. http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/11/biografi-james-prescott-joule.html
(online) 09 Mei 2012
7.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kekekalan_energi
8.
http://diannovitasari.wordpress.com/azas-kekekalan-energi/
9.
http://filsafat.kompasiana.com/2011/.../hukum-kekekalan-energi-364740.html
10. http://taufik-aneukfisika.blogspot.com/.../penerapan-hukum-kekekalan-energi.html
11. http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/.../biografi-james-prescott-joule.html
12. http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/.../fisikawan-joule-dan-kirchhof.html
19. http://teknologiidanperkembangan.blogspot.com/2012/11/resume-sejarah-fisika-perkembangan-ilmu.html
bolavita, agen judi bola online, Judi bola, agen bola, bandar bola, casino online, agen casino, situs taruhan, judi online, agen bola terpercaya, judi bola online, Situs Judi Bola, taruhan bola, bola online
ReplyDeletebolavita merupakan Situs Judi bola online terpercaya di Indonesia. Bandar Bola resmi dan Agen Bola online dengan pasaran terlengkap dan pelayanan yang ramah selama 24 Jam
Boss Juga Bisa Kirim Via :
Wechat : Bolavita
WA : +6281377055002
Line : cs_bolavita
BBM PIN : BOLAVITA ( Huruf Semua )