NEWTON,
KOMPOSISI CAHAYA, DAN GRAVITASI
I.
TUJUAN
PEMBELAJARAN
1. Mengenal
dan mengetahui tokoh Isaac Newton
2. Menjelaskan bagaimana cara Newton memberikan pelajaran
tentang optik
3. Mengetahui
karya yang diciptakan oleh Isaac Newton
4. Mengetahui
hal-hal yang berhubungan dengan Cahaya
5. Mengetahui
partikel cahaya newton
6. Menjelaskan pernyataan Ilmuwan
Abu Ali Hasab Ibn Al-Haithan tentang
cahaya
7. Menjelaskan pernyataan Huygens tentang cahaya
8. Menjelaskan pernyataan Descatres tentang cahaya
9. Menjelaskan pernyataan Isaac Newton tentang cahaya
10. Mengetahui
sejarah Gravitasi
11. Memahami
dan menjelaskan sejarah Gravitasi
12. Menjelaskan pendapat Aristoteles tentang gravitasi
13. Menjelaskan pendapat Galileo
Galilei tentang gravitasi
14. Menjelaskan pendapat Isaac Newton tentang gravitasi
15. Memahami
dan menjelaskan hukum gerak Newton
16. Mengetahui
dan memahami konsep dalam hukum pertama gerak Newton
17. Mengetahui
dan memahami konsep dalam hukum dua gerak Newton
18. Mengetahui
dan memahami konsep dalam hukum Tiga gerak Newton
19. Mengetahui
dan memahami suatu sistem dengan masa berubah
20. Memahami
Pentingnya hukum Newton dan jangkauan validitasnya
21. Menjelaskan hukum gravitasi Newton
II.
PETA
KONSEP

III. PEMBAHASAN
3.1
Isaac
Newton
Isaac
Newton adalah ahli fisika, matematika, astronomi, kimia, dan ahli filsafat yang
berasal dari Inggris. Newton lahir pada
4 Januari 1643 di Wolllstrope, Lincolnshire.
Ayahnya adalah seorang petani dan meninggal tiga bulan sebelum Newton
lahir. Dua tahun kemudian ibunya menikah lagi dan meninggalkan
Newton bersama neneknya.
Newton
adalah anak yang pintar. Awalnya Newton
bersekolah di sekolah desa , namun kemudian ia pindah ke sekolah yang lebih
baik di Grantham dimana disana ia menjadi murid dengan peringkat atas. Sejak usia 12 hingga 17 tahun dia mengenyam pendididkan di sekolah
The Kings School yang terletak di Gratham.
Keluarganya sempat mengeluarkan Newton dari sekolah dengan alasan agar
dia menjadi petani saja, bagaimanapun Newton terlihat tidak menyukai pekerjaan
barunya dan pada akhirnya setelah meyakinkan keluarganya dan ibunya dengan
bantuan paman dan gurunya, Newton dapat menamatkan sekolah pada usia 18 tahun
dengan nilai yang memuaskan.
Pada tahun 1661 Newton melanjutkan pendidikannya ke
Cambridge University. Namun pada bulan
Oktober 1665, sebuah epidemic wabah universitas dipaksa untuk menutup dan
Newton kembali ke Woolsthrope. Dua tahun
ia menghabiskan waktunya untuk optic dan matematika dan akhirnya ia kembali ke
Cambridge dan bergabung dengan Trinity College.
Dua tahun kemudian ia diangkat sebagai guru besar matematika Lucasian.
Pada tahun 1670 sampai 1672, Newton memberikan
pelajaran tentang optic. Selama masa ini
dia sendiri menyelidiki refraksi cahaya dan memberikan demonstrasi bahwa sebuah
prisma dapar memecah cahaya putih menjadi berbagai macam spectrum warna dan
sebuah lensa pada prisma yang kedua dapat membentuk spectrum warna tersebut
menjadi satu cahaya putih kembali.
Pada tahun 1687 dengan bantuan temannya Edmond
Halley, newton menerbitkan karya tunggal terbesarnya, “Philosophiae Naturalis
Principia Mathematical” (Prinsip Matematika Filsafat Alam). Buku ini dikatakan sebagai buku yang paling
berpengaruh dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Karyanya ini menjelaskan tentang hukum
gravitasi dan tiga asas pergerakan, yang mengubah pandangan orang terhadap
hukum fisika alam selama tiga abad kedepan dan menjadi dasr dari ilmu
pengetahuan modern. Newton
meninggal pada 31 Maret 1727 dan dimakamkan di Westminster Abbey. Adapun daftar karya Newton, antara lain:
1. Method
of Fluxion (1671)
2. De
Motu Corporum (1684)
3. Philosophiae
Naturalis Principa Mathematica (1687)
4. Opticks
(1704)
5. Reports
as Master of the Mint (1701-1725)
6. Arithmetica
Universalis (1707)
7. An
Historical Account of Two Notable Coruptions of Scripture (1754)
3.2
Komposisi
Cahaya
a)
Cahaya:
Gelombang atau partikel?
Cahaya
termasuk unsur
fisik yang penting. Upaya untuk memahami
cahaya tidak hanya dimulai
dari abad ke 19. Orang Yunani kuno
percaya bahwa mata manusia memancarkan seberkas sinar sewaktu melihat.
Ilmuwan
Abu Ali Hasab Ibn Al-Haithan (965-sekitar 1040) menyatakan bahwa setiap titik
pada daerah yang tersinari cahaya, mengeluarkan sinar cahaya ke segala arah,
namun hanya satu sinar dari setiap titik yang masuk ke mata secara tegak lurus
yang dapat dilihat. Sedangkan cahaya
lain yang mengenai mata tidak secara tegak lurus tidak dapat dilihat.
Huygens
dalam bukunya Traite de la Lumiere (telaah cahaya) yang terbit pada tahun 1690
membayangkan cahaya seperti gelombang.
Inilah pernyataan tentang cahaya
yang pertama. Hipotesa gelombang ini hanya
bertujuan untuk mencari
penjelasan geometris tabiat cahaya (misalnya memantul dan membias). Gelombang yang dibayangkan Huygens adalah
gelombang longitudinal bukan gelombang transversal. Selain itu, gelombang Huygens tidak periodik, Huygens sengaja membuatnya
demikian untuk menghindari gangguan diantara dua sinar yang menyilang. Gagasan ini disusun tanpa data hasil
eksperimen sama sekali. Walaupun
demikian Huygens telah menggalang kubu yang cukup berpengaruh dalam perdebatan
tentang cahaya.
Descatres
mengangkat kembali gagasan Huygens di Perancis.
Ia membayangkan cahaya
sebagai getaran dalam eter. Descartes
tidak banyak menguji dugaannya dan ia tidak tahu perbedaan antara fakta dan
dugaan kontras dengan Newton yang dapat membedakan keduanya dengan jernih.
Cahaya
pertama kali dibahas secara rinci oleh Newton.
Pendirian Newton yang oleh pengikutnya ditafsirkan sebagai teori
partikel, kemudian menjadi dogma selama seabad lamanya. Pengertian partikel nantinya diserang oleh
teori gelombang Young dan Fresnel pada awal abad ke-19.
b)
Partikel
Cahaya Newton
Ketika muda Newton sudah mengasah lensa. Pada umur 23 tahun ia membeli prisma dan
meneliti cahaya warna warni yang dihasilkannya.
Cahaya putih menurutnya bukan murni melainkan campuran berbagai
warna. Jika berbagai warna itu
digabungkan akan didapat cahaya putih.
Hal ini dibeberkan ke siding Royal Society. Pengamatan Newton dikecam habis-habisan oleh
Robert Hooke.
Pada tahun 1704 Newton menerbitkan Opticks, pada
bagian akhir opticks edisi pertama yang terbit setahun setelah Hooke meninggal,
Newton kembali mengajukan beberapa spekulasi secara lebih hati-hati tentang sifat
cahaya. Ia menguraikan secara terperinci teori
tentang cahaya. Dia menganggap cahaya
terbuat dari partikel-partikel yang
sangat halus, bahwa materi biasa terdiri dari partikel yang lebih kasar, dan
berspekulasi bahwa melalui sejenis transmutasi alkimia “mungkinkah benda kasar
dan cahya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, dan mungkinkah
benda-benda menerima aktivitasnya dari partikel cahaya yang memasuli
komposisinya?”. Spekulasi tentang cahaya
ia tuangkan dalam bentuk sejumlah pertanyaan.
Satu diantaranya mengungkapkan keyakinannya bahwa cahaya bersifat
seperti partikel
Pemahaman tentang cahaya dan warna dimulai oleh Isaac
Newton (1642-1726) dan serangkaian percobaan yang diterbitkan pada tahun 1672. Dia adalah orang
pertama yang mempelajari pelangi. Ia membiaskan cahaya putih dengan sebuah
prisma, sehingga menjadi warna komponennya: merah, orange, kuning, hijau, biru,
dan ungu.
Di akhir tahun 1660, Newton mulai bereksperimen dengan cahaya. Pada saat itu
orang mengira bahwa warna adalah campuran cahaya dan kegelapan, dan bahwa
prisma adalah cahaya berwarna. Newton menyadari teori ini adalah palsu. Perhatikan gambar 1.1.

Gambar
1.1. Cahaya memasuki prisma dari kanan atas, dan dibiaskan oleh kaca.
Newton membuat sebuah prisma di dekat jendela dan
diproyeksikan spectrum yang indah 22 kaki ke dinding. Selanjutnya, untuk membuktikan bahwa prisma
tidak mewarnai cahaya, ia dibiaskan cahaya kembali.

Gambar
1.2. Diagram warna di sekeliling lingkaran
Artis terpesona oleh demonstrasi yang jelas oleh
Newton bahwa cahaya sendiri bertanggung jawab untuk warna. Idenya yang paling berguna bagi seniman
adalah pengaturan konseptual tentang warna di sekitar keliling lingkaran (kanan
gambar 1.2), yang memungkinkan pemilihan pendahuuan para pelukis (merah,
kuning, biru) yang akan diatur berlawana warna komplementer (misalnya hijau
berlawanan merah), sebagai cara yang menunjukkan bahwa setiap komplementer akan
meningkatkan efek lain atau melalui kontras optik.

Gambar
1.3. Diagram lingkaran menjadi model untuk system warna banyak dari abad 18 dan
19.
Newton bersikukuh menolak ide Huygens bahwa cahay
bersifat gelombang. Menurut Newton gelombang
akan melebar dan mengisi seluruh ruang seperti gelombang air mengisi ceruk
kolam, padahal dalam praktik cahaya mengikuti garis lurus dan tidak mengisi
ruang bayangan. Pada kesempatan lain
Newton menyatakan lebih suka langit tetap kosong daripada diisi eter.
3.3
Gravitasi
a)
Sejarah
Gravitasi
Aristoteles
percaya kalau benda yang lebih berat akan jatuh lebih cepat dari yang lebih
ringan. Ini tentu anggapan yang masuk
akal bila memegang sebuah bulu di satu tangan dan batu di tangan lainnya dan
menjatuhkan secara serentak dari satu ketinggian, maka batu akan menimpa
jari-jari kaki terlebih dahulu. Ini
tentu saja karena hambatan udara, namun bagi Aristoteles itu jelas kalau benda
berat jatuh lebih cepat.
Karya
modern pada teori gravitasi dimulai dengan karya Galileo Galilei di akhir abad
ke 16 dan awal abad ke 17. Dalam
percobaan terkenalnya ia menjatuhkan bola-bola dari menara pisa, dan kemudian
dengan pengukuran yang teliti pada bola yang turun pada sudut tertentu, Galileo
menunjukkan kalau gravitasi mempercepat semua benda pada tingkat yang
sama. Ini adalah kemajuan besar
dibandingkan keyakinan
Aristoteles kalau benda berat jatuh lebih cepat. Galileo dengan benar mengatakan bahwa
hambatan udara adalah alas an mengapa benda yang ringan jatuh lebih lambat dalam
sebuah atmosfer. Karya Galileo memacu
perumusan teori gravitasi Newton.
Banyak
kisah yang menceritakan bahwa Newton mendapatkan rumus tentang teori gravitasi
dari sebuah apel yang jatuh dari pohon.
Dikisahkan bahwa suatu hari Newton duduk dan belajar di bawah pohon apel
dan saat itu sebuah apel jatuh dari pohon tersebut. Dengan mengamati apel yang jatuh, Newton
mengambil kesimpulan bahwa ada sesuatu kekuatan yang menarik apel tersebut
jatuh ke bawah, dan kekuatan itu yang kita kenal sekarang dengan nama
gravitasi.
b)
Hukum
Gerak Newton
Isaac
Newton menyadari bahwa matematika adalah cara untuk menjelaskan hukum-hukum
alam seperti gravitasi, dan membuat beberapa rumus untuk menghitung “pergerakan
benda” dan “gravitasi bumi”. Gravitasi
adalah kekuatan yang membuat suatu benda selalu bergerak jatuh ke bawah. Dengan
tiga prinsip dari dasar hukum pergerakan, Newton dapat menjelaskan dan membuktikan
bahwa planet beredar mengelilingi matahari dalam orbit yang berbentuk oval dan tidak
bulat penuh. Kemudian Newton menggunakan tiga prinsip dasar pergerakan yang
sekarang ini dikenal sebagai Hukum Newton untuk menjelaskan bagimana benda
bergerak.
Hukum
gerak Newton, dituliskan dengan pembahasan yang berbeda-beda setelah hampir 3
abad, dan dapat di rangkum sebagai berikut:
1.
Hukum pertama: setiap
benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya yang resultannya
tidak nol bekerja pada beda tersebut.
2.
Hukum kedua: sebuah
benda dengan massa M mengalami gaya resultan sebesar F akan mengalami
percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya berbanding lurus
terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M. atau F=Ma.
3.
Hukum ketiga: gaya aksi
dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan
segaris.
Hukum Newton diterapkan pada benda yang dianggap
sebagai partikel, dalam evaluasi pergerakan. Dalam bentuk aslinya, hukum gerak
Newton tidaklah cukup untuk meghitung gerakan dari obyek yang bisa berubah
bentuk ( benda tidak padat). Leonard Euler pada tahun 1750 memperkenalkan
generalisasi hukum gerak Newton untuk benda padat yang disebut Hukum gerak
Euler. Hukum ini menyatakan
bahwa jika resultan gaya (jumlah vektor
dari semua gaya yang bekerja pada benda) bernilai nol, maka kecepatan benda
tersebut konstan. Dirumuskan secara
matematis menjadi:
Artinya:

·
Sebuah benda yang
sedang diam akan tetap diam kecuali ada resultan gaya yang tidak nol bekerja
padanya
·
Sebuah benda yang
sedang bergerak tidak akan berubah kecepatannya kecuali ada resultan gaya yang
tidak nol bekerja padanya.
Hukum kedua menyatakan bahwa total gaya pada sebuah
partikel sama dengan banyaknya perubahan momentum liner P terhadap waktu: 

Karena hukumnya hanya berlaku untuk sistem dengan
massa konstan, variabel
massa (sebuah konstan) dapat di keluarkan dari operator deferensial dengan
menggunakan aturan diferensiasi. Maka:
Dengan
F adalah total gaya yang bekerja, m adalah massa benda, dan a adalah percepatan
benda. Maka total gaya yang bekerja pada
suatu benda menghasilkan percepatan yang berbanding lurus.

Ø Sistem dengan masa
berubah
Sistem dengan masa berubah, seperti roket yang bahan
bakarnya digunakan dan mengeluarkan gas sisa termasuk dalam sistem tertutup dan tidak
dapat dihitung dengan hanya mengubah masa menjadi sebuah fungsi dari waktu di
hukum kedua. Dalam kasus partikel-partikel dalam suatu system yang
terdefinisikan dengan jelas, maka hukum Newton dapat digunakan dengan
menjumlahkan semua partikel dalam system: Ftotal
= M.apm Dengan Ftotal
adalah total gaya yang bekerja pada system, M adalah total massa dari system,
dan apm adalah percepatan dari pusat massa system.
Sistem dengan
masa yang berubah-ubah seperti roket atau ember yang berlubang biasanya tidak
dapat dihitung seperti sistem
partikel, maka hukum kedua Newton tidak dapat digunakan langsung. Persamaan baru yaitu: 

Hukum ketiga ini menjelaskan bahwa semua gaya adalah
interaksi antar benda-benda yang berbeda, maka tidak ada gaya yang berkerja
hanya pada
satu benda. Secara sederhana, sebuah gaya selalu bekerja pada sepasang benda,
dan tidak pernah hanya pada sebuah benda. Jadi untuk setiap gaya selalu
memiliki dua ujung. Setiap ujung gaya ini sama kecuali arahnya yang berlawanan.
Atau sebuah ujung gaya adalah cerminan dari ujung lainnya.
Secara matematis, hukum ketiga ini berupa persamaan
vector satu dimensi, yang bias dituliskan sebagai berikut. Asumsikan benda A
dan benda B memberikan gaya terhadap satu sama lain. ∑Fa,b = - ∑Fb,a
Newton menggunakan hukum ketiga untuk menurunkan
hukum kekekalan momentum, namun dengan pengamatan yang lebih dalam, kekekalan
momentum adalah ide yang lebih mendasar (diturunkan melalui teorema Noether
dari relativirtas Gaileo dibandingkan hukum ketiga, dan tetep berlaku pada
kasus yang membuat hukum ketiga Newton seakan-akan tidak berlaku. Misalnya
ketika medan gaya memiliki momentum, dan dalam mekanika kuantum.
Ø Pentingnya hukum Newton
dan jangkauan validitasnya
Hukum-hukum Newton sudah di verifikasi dengan
eksperimen dan pengamatan selama lebih dari 200 tahun. Hukum ini juga merupakan
pendekatan yang baik untuk benda-benda makroskopis dalam kondisi sehari-hari. Hukum-hukum ini tidak
dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena seperti konduksi listrik
pada sebuah semikonduktor, sifat-sifat optic dari sebuah bahan, kesalahan pada
GPS system yang tidak pernah diperbaiki secara relavistik, dan
superkonduktivitas. Penjelasan dari fenomena-fenomena ini menbutuhkan teori
fisika yan lebih kompleks, termasuk relativitas umum dan teori medan kuantum.
Dalam mekanika kuantum konsep seperti gaya,momentum,
dan posisi didefinisikan oleh operator-operator linier yang beroperasi dalam
kondisi kuantum, pada kecepatan yang jauh lebih rendah dari kecepatan cahaya, hukum-hukum
Newton sama tepatnya dengan operator-operator ini bekerja pada benda-benda
klasik. Pada kecepatan
yang mendekati kecepatan
cahaya, hukum kedua tetap berlaku seperti bentuk aslinya F=dp/dt, yang menjelaskan
bahwa gaya adalah turunan dari momentum suatu benda terhadap waktu, namum
beberapa terbaru dari hukum kedua tidak berlaku pada kcepatan relativistic.
c) Hukum Gravitasi Newton
Hukum
Newton dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu hukum Newton I, II, III. Untuk hukum Newton I digunakan untuk kasus
benda diam atau bergerak lurus beraturan, hukum Newton II digunakan untuk kasus
benda bergerak dengan percepatan tetap, hukum Newton III( F aksi=-F reaksi).
Disamping
menemukan ketiga hukum tentang gerak, Newton juga menyelidiki gerakan
benda-benda angkasa, yaitu planet dan bulan, ia mengetahui dari hukum
pertamanya bahwa harus ada gaya yang bekerja pada bulan, sehingga bulan tetap
pada orbit lingkarannya mengitari bumi. Jika gaya ini tidak ada, maka tentulah bulan
akan bergerak pada lintasan garis lurus.
Pada saat ini juga Newton berpikir tentang persoalan
gaya tarik yang tampaknya tidak berhubungan dengan permukaan bumi akan selalu
jatuh bebas ke permukaan bumi (tanah). Hal ini tentu saja disebabkan pada benda
itu bekerja sebuah gaya tarik,
yang disebut gaya gravitasi. Jika pada suatu benda bekerja gaya, maka tentu
saja gaya itu disebabkan oleh benda lainnya (hukum Newton III). Oleh sebab itu
setiap benda yang dilepas selalu jatuh bebas ke permukaan bumi, maka Newton
menyimpulkan bahwa pusat bumi lah yang mengerjakan gaya pada benda itu, yang
yang arahnya selalu menuju pusat bumi.
Berdasarkan ide gravitasi bumi inilah Newton dengan
bantuan dan dorongan sahabatnya Robert Hooke, menyusun hukum gravitasi umumnya
yang sangat terkenal. Dalam perkerjaannya, Newton membandingkan antara besar
gaya gravitasi bumi yang menarik bulan dan menarik benda-benda pada permukaan
bumi. Percepatan gravitasi yang dialami setiap benda di permukaan bumi adalah
9,8 m/s2. Jarak bulan dari pusat bumi atau jari-jari orbit bulan =
3,84x108 m, dan jarak permukaan bumi dari pusat bumi atau jari-jari
bumi = 6,4x106 m. ini berarti jarak bulan dari pusat bumi adalah 60
x jarak permukaan bumi dari pusat bumi. Akhirnya Newton menyimpukan bahwa besarnya
gravitrasi bumi pada suatu benda F, berkurang dengan kuadrat jaraknya r, dari
pusat bumi.
Newton menyadari bahwa gaya gravitasi tidak hanya
tergantung pada jarak, tetapi juga tergantung pada masa benda. Hukum III Newton
menyatakan bahwa ketika bumi mengerjakan gaya gravitasi pada suatu benda
(misalnya bulan), maka benda itu akan mengerjakan gaya pada bumi yang besarnya
sama tetapi arahnya berlawanan. Newton terus berlanjut dalam menganalisis
gravitasi. Dia meneliti data-data yang telah dikumpulkan tentang orbit-orbit
planet mengelilingi matahari. Dari kumpulan data ini dia mendapatkan bahwa gaya
gravitasi yang dikerjakan matahari pada planet yang menjga planet tetap pada
orbitnya mengitari matahari ternyata juga berkurang secara kuadrat terbalik terhadap
jarak planet-planet itu dari matahari.
Oleh karena kesebandingan kuadrat terbalik ini, maka Newton menyimpulkan
bahwa gaya gravitasi matahari pada planetlah yang menjaga planet-planet
tersebut tetap pada orbitnya mengitari matahari. Selanjutnya Newton mengajukan hukum gravitasi
umum Newton yang berbunyi : Gaya gravitasi antara dua benda merupakan gaya
tarik menarik yang besarnay berbanding lurus dengan massa masing-masing benda
dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya.
Besarnya gaya gravitasi dapat ditulis dengan
persamaan matematis:
F12=F21=F= G.m1.m2/r2
Dengan F12=F21=F= besar gaya
tarik-menarik antara kedua benda (N), G= ketetapan umum gravitasi, m1=
massa benda 1 (kg), m2= massa benda 2 (kg), r= jarak antara kedua
benda (m). Newton juga memodifikasi hukum gerak planet Keppler ketiga dengan
teori gravitasinya, sehingga hukum ketiga menjadi: (m1+m2)P2
= 3 (d1+d2) = 3R Hasil
modifikasi ini ternyata lebih benar.
IV.
PERTANYAAN
DAN JAWABAN
1.
Dalam
hipotesis of Light 1675 Isaac Newton mengemukakan bahwa cahaya terdiri dari
partikel yang memancarkan ke semua arah dari sumbernya.Apa yang melatar
belakangi hipotesis itu dan Jika ada,percobaan apa yang dilakukan dalam
mengemukakan hipotesis itu ?
Jawab :
Dia
adalah orang pertama yang mempelajari pelangi. Ia membiaskan cahaya putih
dengan sebuah prisma, sehingga menjadi warna komponennya: merah, oranye,
kuning, hijau, biru, dan ungu. Di akhir tahun 1660, Newton mulai bereksperimen
dengna cahaya. Pada saat itu orang mengira bahwa warna adalah campuran cahaya
dan kegelapan, dan bahwa prisma adalah cahaya berwarna. Newton menyadari teori
ini adalah palsu. Newton membuat sebuah prisma di dekat jendela dan
diproyeksikan spectrum yang indah 22 kaki ke dinding. Selanjutnya, untuk
membuktikan bahwa prisma tidak mewarnai cahaya, ia dibiaskan cahaya kembali.
2. Bagaimana Newton bisa menemukan hukum gravitasi?
Jawab:
Dikisahkan bahwa suatu hari Newton duduk dan belajar di
bawah pohon apel dan saat itu sebuah apel jatuh dari pohon tersebut. Dengan mengamati
apel yang jatuh, Newton mengambil kesimpulan bahwa ada sesuatu kekuatan yang
menarik apel tersebut jatuh ke bawah, dan kekuatan itu yang kita kenal sekarang
dengan nama gravitasi.
3. Siapakah
orang yang pertama kali mengemukakan teori tentang cahaya dan sebutkan
teorinya?
Jawab :
Ilmuwan Abu Ali Hasab Ibn Al-Haithan (965-sekitar
1040) menyatakan bahwa setiap titik pada daerah yang tersinari cahaya,
mengeluarkan sinar cahaya ke segala arah, namun hanya satu sinar dari setiap
titik yang masuk ke mata secara tegak lurus yang dapat dilihat. Sedangkan cahaya lain yang mengenai mata
tidak secara tegak lurus tidak dapat dilihat.
V.
DAFTAR PUSTAKA
- http://id.wikipedia.org/wiki/Isaac_Newton
- http://kolom-biografi.blogspot.com/2008/10/biografi-sir-isaac-newton-ilmuwan.html
- http://semuacintafisika.blogspot.com/2012/09/newton-komposisi-cahaya-dan-gravitasi.html
- http://nisyadiaries28.blogspot.com/2012/11/makalah-newton-komposisi-cahaya-dan.html
- http://edukasi-pustaka.blogspot.com/2011/12/teori-tentang-cahaya.html
- http://qurry-putyaca.blogspot.com/2011/07/sejarah-teori-gravitasi.html
- http://pustakafisika.wordpress.com/2011/08/29/sir-isaac-newton-dan-sejarah-hukum-gravitasinya/
- http://amelfisika.wordpress.com/2011/06/28/bagaimana-jika-tidak-ada-gravitasi/
- http://fisika79.wordpress.com/2011/05/09/hukum-gravitasi-newton/
- http://www.zakapedia.com/2013/01/penjelasan-hukum-gravitasi-newton.html
- http://himafisika-umpwr.blogspot.com/2012/10/hukum-hukum-newton-tentang-gerak.html
- http://djukarna.wordpress.com/2012/10/15/hukum-newton-tentang-gerak
- http://id.scribd.com/doc/31013115/Sejarah-Fisika-mengenal-Kehidupan-Issac-Newton
- http://teknologiidanperkembangan.blogspot.com/2012/11/makalah-newton-komposisi-cahaya-dan.html
- http://www.anneahira.com/hukum-newton.htm
- http://kevinsero.wordpress.com/2012/03/06/isaac-newton-penemu-gaya-gravitasi/
- http://ateisindonesia.wikidot.com/gravitasi
- http://id.wikipedia.org/wiki/Aristoteles
- http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_gerak_Newton
- http://newsinfopedia.org/sejarah-isaac-newton-dan-teorinya.html
- http://galileoandeinstein.physics.virginia.edu/lectures/newtongl.html
- http://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya
- http://www.bukukita.com/Sains-dan-Teknologi/Sains-Umum/81907-PENEMUAN-ILMU-PENGETAHUAN-:-CAHAYA-DAN-WARNA.html
- http://dunia.pelajar-islam.or.id/dunia.pii/arsip/ketika-sebuah-apel-jatuh-di-atas-kepala-newton.html
- http://dunia.pelajar-islam.or.id/dunia.pii/arsip/ketika-sebuah-apel-jatuh-di-atas-kepala-newton.html
- http://mocksiper.blogspot.com/2011/05/penemu-hukum-new-ton.html
No comments:
Post a Comment