ETER DAN MATERI BERMASSA
I.
Tujuan
Pembelajaran
1.
Menjelaskan pengertian Eter
2.
Mengetahui sejarah Eter
3.
Menuliskan dan menjelaskan persamaan umum Eter
4.
Menuliskan cara penamaan Eter
5.
Menyebutkan sifat-sifat Eter
6.
Mengetahui kegunaan Eter
7.
Menuliskan beberapa reaksi Eter
8.
Menjelaskan
percobaan yang dilakukan A.Michelson dan E.W.Morley
9.
Menyebutkan teori Relativitas
Khusus
10.
Mengeahui teori Relativitas
Newton
11.
Menjelaskan teori
Elektromagnetik
12.
Mengetahui pandangan Fresnel
tentang Eter
13.
Menyebutkan pengertian dan perobaan J.J Thomson mengenai
Eter
14.
Menjelaskan pengertian Materi
Bermassa
15.
Menyebutkan pembagian Materi
Bermassa
II.
Peta
Konsep

III.
Pembahasan
3.1
Pengertian Eter
Eter merupakan suatu zat yang sangat
halus dan dipercaya memenuhi seluruh alam semesta dan diam secara mutlak. Eter
juga dapat dikatakan sebagai medium perambatan gelombang cahaya.
Eter
juga merupakan zat yang transparan, yang memiliki struktur halus, frekuensi
tinggi yang tidak membiasakan atau mencerminkan cahaya tampak karena ukurannya
yang terlalu kecil untuk bereaksi terhadap radiasi yang memiliki frekuensi
rendah. Hal ini sesuai dengan teori momentum elektromagnetik yang dikemukakan
oleh J.J Thomson dan kemudian dikonfirmasi dengan tes yang dilakukan oleh
Nikola Teslah pada tahun 1891. Setelah tes itu tesla menyatakan bahwa eter itu
merupakan zat padat untuk cahaya dan panas (cahaya tampak dan inframerah).
3.2 Sejarah Eter
Eter adalah salah satu zat yang digunakan sebagai
anestesi( obat bius). Eter ditemukan seorang ahli kimia berkebangsaan Spanyol,
Raymundus Lullius pada tahun 1275.Lullius menamai eter "sweet
vitriol". Eter pertama kali disintesis oleh Valerius Cordus, ilmuwan dari
Jerman pada tahun 1640. Kemudian seorang ilmuwan bernama W.G. Frobenius
mengubah nama "sweet vitriol" menjadi eter pada tahun 1730. Sebelum
penemuan eter, Priestly menemukan gas nitrogen-oksida pada tahun 1777, dan
berselang dua tahun dari temuannya itu, Davy menjelaskan kegunaan gas
nitrogen-oksida dalam menghilangkan rasa sakit. Sebelum tahun 1844, gas eter
maupun nitrogen-oksida banyak digunakan untuk pesta mabuk-mabukan. Mereka
menamai zat tersebut "gas tertawa", karena efek dari menghirup gas
ini membuat orang tertawa dan lupa segalanya.
Penggunaan eter atau gas nitrogen-oksida sebagai
penghilang sakit dalam dunia kedokteran sebenarnya sudah dimulai Horace Wells
sejak tahun 1844. Sebagai dokter gigi, ia bereksperimen dengan nitrogen-oksida
sebagai penghilang rasa sakit kepada pasien saat dicabut giginya. Sayangnya
usaha mempertontonkan di depan mahasiswa kedokteran John C. Warren di Rumah
Sakit Umum Massachusetts Boston gagal, bahkan mendapat cemoohan. Usahanya
diteruskan William Thomas Green Morton. Morton berpikir untuk menggunakan gas
nitrogen-oksida dalam praktiknya sebagaimana yang dilakukan Wells. Kemudian ia
meminta gas nitrogen-oksida kepada Charles Jackson, seorang ahli kimia ternama
di sekolah kedokteran Harvard. Namun Jackson justru menyarankan eter sebagai
pengganti gas nitrogen-oksida. Morton menemukan efek bius eter lebih kuat
dibanding gas nitrogen-oksida. Bahkan pada tahun 1846 Morton mendemonstrasikan
penggunaan eter dalam pembedahan di rumah sakit umum Massachusetts. Saat pasien
dokter Warren telah siap, Morton mengeluarkan gas eter (atau disebutnya gas
letheon) yang telah dikemas dalam suatu kantong gas yang dipasang suatu alat
seperti masker. Sesaat pasien yang mengidap tumor tersebut hilang kesadaran dan
tertidur. Dokter Warren dengan sigap mengoperasi tumor dan mengeluarkannya dari
leher pasien hingga operasi selesai tanpa hambatan berarti. Tanggal 16 Oktober
1846 menjadi hari bersejarah bagi dunia kedokteran. Demonstrasi Morton berhasil
dengan baik dan memicu penggunaan eter sebagai anestesi secara besar-besaran
3.3
Rumus Umum Eter
Eter
atau alkoksi alkana adalah golongan senyawa yang mempunyai dua gugus alkyl yang
terikat pada satu atom oksigen. Dengan demikian eter mempunyai rumus umum :
R–O–R1dimana R dan
R1adalah gugus alkil, boleh sama boleh tidak.
Contoh :
CH3–CH2–O–CH2–CH3
R = R1(eter homogen)
CH3–O–CH2–CH2–CH3
R-R1(eter majemuk)
Contoh :
CH3–CH2–O–CH2–CH3
R = R1(eter homogen)
CH3–O–CH2–CH2–CH3
R-R1(eter majemuk)
3.4 Penamaan Eter
1.
Ada dua cara penamaan senyawa-senyawa
eter, yaitu : Menurut IUPAC, eter diberi nama sesuai nama alkananya dengan
awalan “ alkoksi “ dengan ketentuan sebagai berikut : rantai karbon terpendek
yang mengikat gugus fungsi –O– ditetapkan sebagai gugus fungsi alkoksinya. Dan rantai
karbon yang lebih panjang diberi nama sesuai senyawa alkananya
2.
Menurut aturan trivial,
penamaan eter sebagai berikut : menyebutkan nama kedua
gugus alkil yang mengapit gugus –O– kemudian diberi akiran eter.
Rumus Struktur Eter Nama IUPAC Nama Trivial
CH3–CH2–O–CH2–CH3 Etoksi etana Dietil eter / etil etil eter
CH3–O–CH2–CH2–CH3 Metoksi propane Metil propil eter
CH3–CH2–O–CH2–CH2–CH3 Etoksi propane Etil propil eter
gugus alkil yang mengapit gugus –O– kemudian diberi akiran eter.
Rumus Struktur Eter Nama IUPAC Nama Trivial
CH3–CH2–O–CH2–CH3 Etoksi etana Dietil eter / etil etil eter
CH3–O–CH2–CH2–CH3 Metoksi propane Metil propil eter
CH3–CH2–O–CH2–CH2–CH3 Etoksi propane Etil propil eter
3.5 Sifat-Sifat Eter
Berbeda dengan senyawa-senyawa alkohol, eter mempunyai sifat-sifat
sebagai berikut :
·
Titik didih rendah sehingga
mudah menguap
·
Sulit larut dalam air, karena kepolarannya
rendah
·
Sebagai pelarut yang baik
senyawa-senyawa organik yang tak larut dalam air
·
Mudah terbakar
·
Pada umumnya bersifat racun
·
Bersifat anastetik (membius)
·
Eter sukar bereaksi, kecuali
dengan asam halida kuat (HI dan H Br)
3.6 Kegunaan
Eter
Senyawa-senyawa eter yang umum
digunakan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
a.
Dietil eter (etoksi etana)
biasanya digunakan sebagai pelarut senyawa-senyawa organik.
Selain itu dietil eter banyak digunakan sebagai zat arestesi (obat bius) di rumah sakit.
Selain itu dietil eter banyak digunakan sebagai zat arestesi (obat bius) di rumah sakit.
b.
MTBE (Metil Tertier Butil
Eter),Senyawa eter ini digunakan untuk menaikan angka oktan besin menggantikan
kedudukan TEL / TML, sehingga diperoleh bensin yang ramah lingkungan. Sebab
tidak menghasilkan debu timbal (Pb2+) seperti bila digunakan TEL / TML
3.7 Beberapa
Reaksi Eter
Eter adalah golongan senyawa organik
yang memiliki rumus umum R-O-R'. Beberapa reaksi dari eter diantaranya adalah:
a.
Pembakaran
Eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air
Eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air
b.
Reaksi dengan Logam Aktif
Berbeda dengan alkohol, eter tidak bereaksi dengan logam natrium
(logam aktif).
c.
Reaksi dengan PCl5
Eter bereaksi dengan PCl5, tetapi tidak membebaskan HCl.
d.
Reaksi dengan Hidrogen Halida
(HX)
Eter terurai oleh asam halida, terutama oleh HI. Jika asam halida
terbatas:
3.8 Teori
yang berhubungan dengan Eter
a.
Percobaan A.Michelson dan E.W.Morley
Spesialisasi Michelson adalah pengukuran
dengan ketelitian yang tinggi, dan selama berpuluh-puluh tahun hasil pengukuran
kelajuan cahayanya merupakan yang terbaik. Ia mendefinisikan kembali pembakuan
ukuran meter dengan memakai panjang gelombang garis spektrail khusus dan
merancang interferometer yang dapat menentukan diameter bintang (bintang tampak
sebagai bintik cahaya walaupun kita memakai teleskop yang sangat kuat ). Hasil kerja
Michelson yang terpenting diperolehnya tahun 1887, sebagai hasil kerja sama
Edward Morley, yaitu eksperimen pengukuran gerak bumi melalui “eter” suatu
medium hipotesis yang memenuhi alam semesta ini sehingga cahaya dapat merambat.
Pengertian eter merupakan warisan dari zaman sebelum gelombang cahaya dikenal
sebagai gelombang elektromagnetik, tetapi pada waktu itu tidak seorang pun yang
mau menyingkirkan bahwa cahaya menjalar relatif terhadap semacam kerangka acuan
universal.
Eksperimen Michelson-Morley yang sangat peka
tidak mendapatkan gerak bumi terhadap eter ini berarti tidak mungkin ada eter
dan tidak ada pengertian “gerak absolut”. Setiap gerak adalah relatif terhadap
kerangka acuan khusus yang bukan merupakan kerangka acuan universal. Dalam
eksperimen yang pada hakekatnya membandingkan kelajuan cahaya sejajar dengan
dan tegak lurus pada gerak bumi mengelilingi matahari, juga eksperimen ini
meperlihatkan bahwa kelajuan cahya sama bagi semua pengamat, suatu hal yang
tidak benar bagi gelombang memerlukan medium material untuk merambat (seperti
gelombang bunyi dan air).
Eksperimen Michelson-Morley telah meletakkan
dasr bagi teori relativitas khusus Einstein yang dikemukakan dalam tahun 1905,
suatu teori yang sukar diterima pada waktu itu, bahkan Michelson sendiri enggan
untuk menerimanya. Michelson menerima hadiah nobel tahun 1907, dan merupakan
ilmuwan Amerika yang pertama yang mendapatka hadiah Nobel. Dengan Melakukan
percobaan untuk mengukur kelajuan Bumi relatif terhadap eter. Membuat peralatan dengan nama interferometer
Michelson. Tetapi gagal, karena Michelson dan Morley tidak dapat mendeteksi
pergerakan bumi terhadap eter.
b.
Teori Relativitas Khusus
Ø Postulat Relativitas khusus
“semua gerak adalah relatif, kelajuan cahya dalam ruang hampa sama bagi
semua pengamat”. Misalkan penumpang bergerak relatif terhadap
kapal udara, kapal bergerak relatif terhadap bumi, bumi bergerak relatif
terhadap galaksi bintang (Milky Way) dan sebagainya. Untuk mengatakan bahwa
sesuatu bergerak selalu menyangkut kerangka khusus sebagi acuan. Setiap
kerangka yang diambil mempunyai kesalahan yang sama, walaupun kerangka yang
satu dapat lebih memudahkan kita daripada kerangka yang lain untuk suatu kasus.
Kita tidak bisa mendapatkan kerangka universal yang meliputi seluruh ruang, ini
berarti tidak terdapat “gerak absolut”.
Gerak hanya berarti terhadap kerangka acuan tertentu. Teori relativitas
ini muncul sebagai hasil analisis konsekuensi fisis yang tersirat oleh
ketiadaan kerangka acuan universal. Permasalahan yang dimunculkan percobaan Michelson-Morley ini
ternyata baru berhasil terpecahkan dengan teori relativitas khusus yang menjadi
landasan bagi konsep-konsep baru tentang ruang dan waktu. Teori ini diusulkan oleh Albert
Einstein sepuluh tahun yang lalu, mempersoalkan kerangka yang dipercepat satu
terhadap yang lainnya. Teori relativitas khusus ini bersandar pada dua
postulat.
Ø Postulat pertama, prinsip relativitas,
menyatakan bahwa hukum fisika dapat dinyatakan dalam persamaan yang berbentuk
sama dalam semua kerangka acuan yang bergerak dangan kecepatan tetap satu sama
lainnya. Postulat ini menyatakan ketiadaan kerangkanacuan yang universal. Jika
hukum fisika berbeda untuk pengamat yang berbeda dalam keadaan gerak relatif,
maka kita dapat menentukan mana yang dalam keadaan “diam” dan mana yang
“bergerak” dari perbedaan tersebut. Tetapi, karena tidak terdapat kerangka
acuan universal, perbedaan itu tidak terdapat, sehingga muncul postulat di
atas.
Ø Postulat kedua menyatakan bahwa
kepesatan cahay dalam ruang hampa sama besar untuk semua pengamat, tidak
bergantung dari keadaan gerak pengamat itu. Postulat ini timbul secara langsung
dari hasil berbagai eksperimental.
Kesan pertama postulat ini
kelihatannya sangat radikal. Sebenarnya postulat itu mengikuti hampir semua
konsep intuitif mengenai waktu dan ruang yang kita bentuk berdasarkan
pengalaman sehari-hari. Sebelum perkembangan teori ini timbul pertentangan
antara mekanika Newton dan teori elektromagnetik Maxwell mengenai hubungan
antara pengukuran suatu gejala yang dilakukan pada suatu kerangka acuan dengan
kerangka lainnya yang bergerak relatif terhadap yang pertama. Einstein
menunjukkan bahwa teori Maxwell sesuai denagn relativitas khusus, sedangkan
mekanika Newton tidak, dan modifikasi Einstein mengenai mekanika membawa kedua
cabang fisika tersebut menuju persesuaian.
c.
Teori relativitas Newton
Newton lebih menjelaskan tentang
relativitas klasik mencakup tranformasi sederhana diantara benda yang bergerak
dan seorang pengamat pada kerangka acuan lain yang diam (inersia). Semua
badan bergerak, dan dalam semua badan, proton dan elektron juga bergerak,
karena "elastisitas" dan gerak getaran terjadi pada "materi
ditimbang" dan dalam eter. Eter menyiapkan pola-pola tertentu gerak pada
elektron dan proton (dan atom dan molekul) dalam hal ditimbang melewatinya.
Seperti bumi melewati ether, pasukan cepat berbagai elektrostatik yang
menjangkau jarak beberapa polarisasi dan komponen listrik negatif dari eter,
dan mempengaruhi tubuh dalam jangkauan, menciptakan apa yang kita sebut
"gravitasi".
Di dalam tubuh bumi yang terikat diam
relatif terhadap bumi, ada perbedaan dalam efek polarisasi dan perpindahan,
dari mereka yang ada di luar tubuh dalam ruang bebas. Karena medan listrik bumi
yang lulus melalui ruang antara, antara negatif di permukaan bumi, dan positif
pada ionosfer, sifat dielektrik dikenakan strain bertingkat. Efek dari
perpindahan listrik dan gravitasi yang berbeda-beda, seperti " persegi
terbalik " hukum Newton. Di sinilah perbedaan antara "gaya
gravitasi" dan efek inersia dan momentum menjadi jelas. Secara
tradisional, inersia selalu dianggap (menurut Hukum Pertama Newton tentang
Gerak) kecenderungan tubuh "saat istirahat" atau dalam
"kecepatan konstan" relatif terhadap bumi, untuk melanjutkan
negaranya istirahat atau kecepatan konstan, kecuali ditindaklanjuti oleh
kekuatan eksternal.
Karena semua benda yang diam relatif
terhadap bumi sudah bergerak dengan "kecepatan konstan" sama bumi
namun hanya perubahan dalam gerakan relatif terhadap bumi menjadi pokok
permasalahan, dan setiap perubahan tersebut mempengaruhi pola aliran massa
dalam tabung kekuatan, ketika bergerak melalui eter, pada waktu tertentu.
Karena hanya tubuh yang bergerak dalam hal ke bumi secara tradisional dikatakan
memiliki "momentum" ("produk dari massa tubuh dan
kecepatan"), aturan ini salah, karena semua badan "saat
istirahat" relatif terhadap bumi sudah memiliki "momentum" serta
"inersia". Momentum dan inersia adalah karena
"kecenderungan" yang sama persis, yang berhubungan akhirnya suatu
kerangka acuan ke eter universal, tetapi untuk kenyamanan-karena kita tidak
memiliki "memperbaiki" mutlak pada eter belum-kita menggunakan
bergerak bumi sebagai kerangka acuan dari mana untuk mengukur tingkat sebuah
tubuh dari perubahan relatif terhadap eter, seperti bumi mempertahankan kecepatannya
relatif konstan.
d.
Teori Elektromagnetik
Tahun 1888, Hertz membuktikan
hipotesis Max Well bahwa cahaya termasuk gelombang elektromagnetik yang
merambat melalui medium. Melalui penelitian para ilmuwan kemudian mengemukakan
hipotesis eter. Hipotesis tersebut
“jagat raya dipenuhi oleh eter stasioner yang tidak mempunyai wujud tetapi
dapat menghantarkan perambatan gelombang “ Pada 1879, James Clerk Maxwell
(1831-1879) mengatakan bahwa kecepatan dari tata surya relatif terhadap eter
dapat ditentukan dengan mengamati keterbelakangan dari gerhana satelit Jupiter.
Perilaku ini yang diamati cahaya bintang bisa dilihat dengan gambar mantap
sebagai bumi bergerak melalui ruang-menunjukkan eter stasioner relatif terhadap
bumi yang bergerak, tata surya, dan badan lainnya
Eter stasioner, muncul untuk bergerak
melalui sebuah badan bumi yang terikat, karena gerakan bumi melalui itu,
mengalami perubahan dalam perpindahan listrik, karena perbedaan konstanta
dielektrik antara ruang luar tubuh dan ruang dalam tubuh. Perpindahan listrik
di eter luar tubuh sebelum masuk, dan perpindahan listrik karena memasuki dan
melewati tubuh, perubahan akibat perubahan konstanta dielektrik, dan
mempengaruhi "isi listrik" (proton dan elektron, biaya listrik dan
bidang, dan medan magnet) dalam tubuh. Perubahan ini pada gilirannya
menyebabkan perubahan perpindahan listrik dari eter-dorong ke bawah pada sebuah
atom tubuh, jauh dari posisi "keseimbangan" yang sudah ada, mana atom
akan menduduki dengan tidak adanya gravitasi-seperti kata Maxwell.
Gaya gravitasi alami selalu normal
terhadap bumi, yang bermuatan negatif, dalam bidang bumi listrik / gravitasi,
karena polaritas bidang itu, karena komponen negatif dari eter di ruang bebas
elektrik mengungsi ke atas oleh tolakan seperti biaya, sedangkan karakteristik
inersia dari komponen positif lebih besar dipaksa dan menarik ke bawah, dan
lebih tahan terhadap perubahan perpindahan. Sebagai eter memasuki tubuh saat
istirahat di bumi, perpindahan nya perubahan karena perubahan konstanta
dielektrik, seperti kata Maxwell. Sebagai konstanta dielektrik perubahan
tubuh, perpindahan listrik dari ether dalam struktur atom entrained perubahan
tubuh, menciptakan gaya ke bawah karena setiap komponen listrik negatif dari
langkah eter ke bawah, sehingga tenaga yang menarik meningkat pada proton di
atas , dan gaya tolak meningkat pada elektron.
e.
Eter menurut Fresnel
Eter adalah ultrafine, namun sangat
padat, dan terdiri dari materi listrik positif dan negatif, yang melingkupi
semua yang disebut "ruang bebas", serta ruang yang
"diduduki" oleh "massa" menurut para fisikawan eter adalah
masalah yang agak berat "karena sebagian besar ruang". Karena eter
adalah stasioner, itu berarti ditimbang yang bergerak melalui itu bukan
sebaliknya.
f.
Eter menurut J.J Thompson
Eter adalah transparan, karena ultra
halus struktur, frekuensi tinggi, yang tidak membiaskan atau mencerminkan
cahaya tampak, karena ukuran ultrafine yang terlalu kecil untuk bereaksi
terhadap radiasi frekuensi rendah. Untuk momentively "akses" eter dengan
cara pendorong, pulsa tegangan tinggi diperlukan. Hal ini sesuai dalam
"Momentum elektromagnetik" teori Thomson, dan dikonfirmasi dengan tes
yang dilakukan oleh Nikola Tesla tahun 1891. Tes Tesla dikonfirmasi reaksi yang
lebih dari reaksi ionik lemah gas ringan seperti tahun 1950 misinformational
yang "paten" dari T.Townsend Brown kemudian berusaha untuk mendorong
masyarakat mudah ditipu untuk percaya adalah teknologi yang benar. Setelah tes
itu, Tesla menyatakan bahwa eter itu menjadi media 'solid state' untuk "cahaya
dan panas" (cahaya tampak dan inframerah), dan dapat diakses dengan
menundukkan ke "tegangan yang cukup tinggi dan frekuensi".
Eter menjadi lebih jelas ketika terjadi
perubahan mendadak dalam arah gerakan, tingkat percepatan, atau kecepatan
tubuh. Gerakan badan muatan listrik, setara dengan saat ini, menciptakan gelar
baru perpindahan listrik dari eter melalui yang bergerak, dan mempengaruhi
resistensi terhadap perubahan dalam kecepatan melalui eter yang terkena dampak
oleh proton dan elektron yang menyusun tubuh sendiri. Ada
kasus khusus di bumi, karena eter dalam jangkauan medan listrik bumi telah
"dikondisikan"-yaitu, konstanta dielektrik yang telah mengalami
ketegangan listrik. Ini comports dengan pernyataan Tesla mengenai efek dari
"gaya elektrostatik cepat berbagai" yang berasal dari bumi. Bumi
memiliki momentum dalam bingkai matahari acuan, sama seperti mobil yang
bergerak memiliki momentum dalam bingkai bumi acuan.
1.8 Materi Bermassa
Materi adalah setiap objek atau bahan yang
membutuhkan ruang, yang jumlahnya diukur oleh suatu sifat yang
disebut massa. Secara umum materi dapat juga didefinisikan
sebagai sesuatu yang memiliki massa dan menempati volume. Materi tersusun atas molekul-molekul, dan molekul pun tersusun atas atom-atom. Materi umumnya dapat dijumpai dalam empat fase berbeda, yaitu padat, cairan, gas, dan plasma (wujud zat). Namun demikian, terdapat pula fase
materi yang lain, seperti kondensat Bose-Einstein.
3.10 Pembagian Materi
Bermassa
1. Materi Bermassa adalah
materi yang memiliki muatan, bermassa, dan mempunyai wujud. Contoh materi bermassa adalah
·
Proton
Proton adalah partikel subatomik dengan muatan positif sebesar 1.6 × 10-19 coulomb dan massa 938 MeV (1.6726231 ×
10-27 kg, atau sekitar 1836 kali massa sebuah elektron). Suatu atom biasanya terdiri dari sejumlah
proton dan netron yang berada di bagian inti (tengah) atom, dan
sejumlah elektron yang mengelilingi inti tersebut.
Dalam atom bermuatan netral, banyaknya proton akan sama dengan jumlah
elektronnya. Banyaknya proton di bagian inti biasanya akan menentukan sifat
kimia suatu atom. Inti atom sering dikenal juga dengan istilah nuklei, nukleus, atau nukleon (bhs Inggris: nucleon), dan
reaksi yang terjadi atau berkaitan dengan inti atom ini disebut reaksi nuklir.
·
Meson
Meson adalah partikel subatom yang terdiri dari satu quark dan antiquark yang terikat oleh gaya nuklir kuat. Meson juga artikel yang massanya diantara massa proton
dan elektron. Meson
diperkirakan memunyai jari-jari sekitar satu femtometer (10−15 m)
atau 2/3 ukuran proton atau neutron. Semua meson bersifat tidak stabil karena
quark dan antiquark akan saling memusnahkan. Meson hanya dapat bertahan paling
lama sekitar 1/100.000.000 detik. Meson bermuatan dapat meluruh (kadang-kadang
melalui partikel perantara) dan membentuk elektron dan neutrino. Meson tak bermuatan bisa meluruh menjadi foton.
Massa
meson : 1. M-meson 207 x massa elektron disebut muon
2. M-meson 273 x massa elektron disebut pion
·
Barion
Barion adalah artikel yang
massanya lebih besar atau sama dengan massa proton.
2. Materi Tidak Bermassa
adalah materi yang tidak bermuatan, tidak memiliki massa, dan tidak ada
wujudnya. Contoh materi tidak
bermassa :
1. Gelombang Suara
Bunyi atau suara adalah kompresi
mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau
zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi
dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara jadi, gema adalah
gelombang pantul/ reaksi dari gelombang yang dipancarkan bunyi. Gelombang bunyi
terdiri dari molekul-molekul udara yang bergetar maju-mundur. Tiap saat,
molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat, sehingga menghasilkan
wilayah tekanan tinggi, tapi di tempat lain merenggang, sehingga menghasilkan
wilayah tekanan rendah. Gelombang bertekanan tinggi dan rendah secara
bergantian bergerak di udara, menyebar dari sumber bunyi. Gelombang bunyi ini
menghantarkan bunyi ke telinga manusia,Gelombang bunyi adalah gelombang
longitudinal. Bunyi merambat di udara dengan kecepatan 1.224 km/jam. Bunyi
merambat lebih lambat jika suhu dan tekanan udara lebih rendah. Di udara tipis
dan dingin pada ketinggian lebih dari 11 km, kecepatan bunyi 1.000 km/jam. Di
air, kecepatannya 5.400 km/jam, jauh lebih cepat daripada di udara Rumus
mencari cepat rambat bunyi adalah v=s:t Dengan s panjang Gelombang bunyi dan t waktu.
Suatu benda, misalnya gelas,
mengeluarkan nada musik jika diketuk sebab ia memiliki frekuensi getaran alami
sendiri. Jika kita menyanyikan nada musik berfrekuensi sama dengan suatu benda,
benda itu akan bergetar. Peristiwa ini dinamakan resonansi. Bunyi yang sangat
keras dapat mengakibatkan gelas beresonansi begitu kuatnya sehingga pecah. Kebanyakan
suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara
teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur
dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam
desibel.
IV. Pertanyaan dan
Jawaban
1.
Sebutkan pengertian Eter?
Jawab :
Eter merupakan suatu zat yang sangat
halus dan dipercaya memenuhi seluruh alam semesta dan diam secara mutlak.
2.
Bagaimana sejarah Eter?
Jawab :
Eter pertama kali disintesis oleh Valerius Cordus,
ilmuwan dari Jerman pada tahun 1640. Kemudian seorang ilmuwan bernama W.G.
Frobenius mengubah nama "sweet vitriol" menjadi eter pada tahun 1730.
3.
Sebutkan cara penamaan Eter?
Jawab :
1. Menurut IUPAC 2. Menurut
Aturan Trivial
4.
Sebutkan sifat-sifat Eter?
Jawab
:
Titik didih rendah sehingga mudah menguap, Sulit
larut dalam air, karena kepolarannya rendah, Sebagai pelarut yang baik
senyawa-senyawa organik yang tak larut dalam air, Mudah terbakar, Pada umumnya
bersifat racun, Bersifat anastetik (membius), dan Eter sukar bereaksi, kecuali
dengan asam halida kuat (HI dan H Br).
5.
Apa saja kegunaan Eter?
Jawab :
a.
Dietil eter (etoksi etana)
biasanya digunakan sebagai pelarut senyawa-senyawa organic, selain itu dietil
eter banyak digunakan sebagai zat arestesi (obat bius) di rumah sakit.
b.
MTBE (Metil Tertier Butil
Eter),Senyawa eter ini digunakan untuk menaikan angka oktan besin menggantikan
kedudukan TEL / TML, sehingga diperoleh bensin yang ramah lingkungan.
6.
Apa percobaan yang dilakukan A.Michelson dan
E.W.Morley?
Jawab :
Percobaan yang dilakukan yakni membandingkan kelajuan cahaya sejajar dengan
dan tegak lurus pada gerak bumi mengelilingi matahari, juga eksperimen ini
meperlihatkan bahwa kelajuan cahya sama bagi semua pengamat, suatu hal yang
tidak benar bagi gelombang memerlukan medium material untuk merambat (seperti
gelombang bunyi dan air).
7.
Sebutkan teori Relativitas Khusus?
Jawab :
“semua gerak adalah relatif, kelajuan cahya dalam ruang hampa sama bagi
semua pengamat”.
8.
Sebutkan teori Elektromagnetik?
Jawab :
“Jagat
raya dipenuhi oleh eter stasioner yang tidak mempunyai wujud tetapi dapat
menghantarkan perambatan gelombang “
9.
Bagaimana pengertian Eter menurut Fresnel?
Jawab :
Eter adalah ultrafine, namun sangat padat,
dan terdiri dari materi listrik positif dan negatif, yang melingkupi semua yang
disebut "ruang bebas", serta ruang yang "diduduki" oleh
"massa".
10. Sebutkan pengertian Eter menurut J.J Thomson?
Jawab :
Eter adalah transparan, karena ultra halus
struktur, frekuensi tinggi, yang tidak membiaskan atau mencerminkan cahaya
tampak, karena ukuran ultrafine yang terlalu kecil untuk bereaksi terhadap
radiasi frekuensi rendah.
11. Sebutkan pengertian Materi
Bermassa?
Jawab :
V.
Daftar Pustaka
12.
http://teknologiidanperkembangan.blogspot.com/2012/11/resume-sejarah-fisika-perkembangan-ilmu.html
15.
http://rolifhartika.wordpress.com/kimia-kelas-xii/senyawa-karbon/b-eter/sifat-fisik-dan-sifat-kimia/
No comments:
Post a Comment